Saingi Korea & AS, Indonesia Ingin Cetak 1.000 Influencer Global

Saingi Korea & AS, Indonesia Ingin Cetak 1.000 Influencer Global

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 30 Des 2019 18:32 WIB
Ilustrasi influencer. Foto: GettyImages
Jakarta - Indonesia berada di lima besar negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Namun jika melihat daftar orang-orang paling berpengaruh di dunia tahun 2019, Indonesia masih tertinggal, bahkan dari negara-negara yang penduduknya jauh lebih sedikit dari Indonesia.

Hal ini diungkapkan Hariqo Wibowo, co-founder dan CEO Global Influencer School, saat meresmikan Global Influencer School pekan lalu di hotel Horison Arcadia, Jakarta Pusat.

"Kami belum menemukan orang Indonesia dalam Time 100: The Most Influential People of 2019 dan World's 100 Most Influential People in Digital Government yang dikeluarkan apolitical.co. Demikian juga dalam 100 Atlet Paling Terkenal di Dunia versi ESPN. Sebagai sebuah negara, Indonesia juga tidak masuk dalam 30 negara yang punya kelebihan dalam soft power atau Soft Power Index 2019. Berbagai pemeringkatan itu pantas dijadikan bahan evaluasi, terlepas dari berbagai kekurangannya," jelas Hariqo.



Dikatakan Hariqo, potensi Indonesia sangat besar. Keberagaman suku, agama, ras, dan warna kulit yang dimiliki negara ini belum maksimal menjadi kekuatan. Menurutnya, justru orang-orang Indonesia sekarang ini sering ribut untuk hal-hal yang kurang substansial.

"Potensi dan energi influencer harus didorong untuk kepentingan nasional, bukan kepentingan golongan atau orang per orang, apalagi kepentingan pihak luar. Daya tarik Indonesia dari alam dan budayanya sangat melimpah, jika ditambah dengan daya tarik dan pengaruh manusianya, maka Indonesia pasti semakin disegani. Semua orang bisa menjadi influencer lewat jalur jurnalistik, media sosial, bisnis, olahraga, film, musik, dan lain-lain," ujarnya.

Dia mencontohkan, soft diplomasi yang dilakukan influencer global dari Inggris, Amerika Serikat (AS), Prancis, Korea, China, Turki dan Rusia sangat terasa di Indonesia.

Saingi Korea & AS, Indonesia Ingin Cetak 1.000 Influencer Global Foto: Global Influencer School


Mereka hadir dalam musik, film, olahraga, konten media sosial, dan lain-lain. Karenanya, dia berharap berdirinya Global Influencer School akan membangun kesadaran bahwa setiap anak Indonesia adalah influencer global.

"Target kita di 2025. Ada 500 orang Indonesia yang di-idolakan warga dunia, jadi pembicaraan dan pemberitaan di berbagai belahan dunia. Kami mendidik anak-anak usia 16-25 tahun membuat konten dengan lima bahasa yang paling banyak digunakan warga dunia," kata Hariqo.

Sementara itu, founder Global Influencer School King Bagus mengatakan sekolah ini juga didukung aplikasi psikologi pintar yang mampu mendeteksi potensi dan minat individu secara detail, cepat dan akurat dengan memindai sidik jari.

Saingi Korea & AS, Indonesia Ingin Cetak 1.000 Influencer Global Foto: Global Influencer School


"Seseorang yang mengenal keunikan dan kekuatannya akan lebih percaya diri dalam memengaruhi orang lain, karena pada hakikatnya everyone is an influencer," jelas King Bagus.

Dia menambahkan, aplikasi bernama AllSmart ini akan membantu calon influencer mengenali minat dan bakatnya, sehingga mereka dapat memaksimalkan potensi itu dengan memanfaatkan berbagai platform digital.

Dukungan untuk kegiatan juga diberikan pihak hotel Horison Arcadia, Jakarta Pusat. General Manager Hotel Horison Arcadia Flaviana Ratnasari memuji Global Influencer School sebagai sebuah ide baru yang orisinal.



"Kami yakin (sekolah ini) akan memberikan dampak besar untuk kebaikan bangsa Indonesia. Global Influencer School membantu Indonesia memenangkan persaingan dunia dengan peningkatan SDM para influencer," ujarnya.

Angkatan pertama Global Influencer School akan dimulai 1 Maret 2020, terdiri dari 10 kali pertemuan yang masing-masing pertemuannya berdurasi lima jam. Kelas akan diisi para pakar dan tokoh.

Adapun peserta sekolah adalah anak muda Indonesia usia 16 - 25 tahun, diutamakan mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, Arab, Prancis, India, Spanyol, Jepang atau bahasa asing lainnya. Pendaftaran dibuka pada 20 Januari 2020 - 20 Februari 2020.

Saingi Korea & AS, Indonesia Ingin Cetak 1.000 Influencer Global


Simak Video "Influencer Medsos Taqy Malik Punya Tips Bagi Pebisnis Hadapi New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)