Rabu, 18 Des 2019 19:25 WIB

Kecerdasan Buatan Google Bisa Bantu Lacak Spesies Baru

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Jakarta - Google bekerja sama dengan tujuh organisasi pelestarian lingkungan hidup termasuk Wildlife Conservation Society di Bukit Barisan. Hal ini membuka peluang bagi ilmuwan untuk menemukan spesies langka atau mungkin spesies yang baru ditemukan, dengan bantuan kamera, sensor dan kecerdasan buatan.

"Memungkinkan saja untuk menemukan binatang baru. Ilmuwan biologi bisa mempelajari, jadi tergantung pada ilmuwan biologi untuk memberitahukan ini spesies apa," kata Tanya Birch Program Manager Google Earth Quarter di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Sistem yang ada adalah dengan memanfaatkan kamera dan sensor yang diletakkan di berbagai lokasi pelestarian alam. Ketika foto terunggah, peneliti bisa mengecek objek apa saja yang ada pada foto dengan bantuan pemindaian kecerdasan buatan.


Namun, tidak semua orang memiliki akses untuk mengunggah foto, hanya orang-orang tertentu misalnya organisasi pelestarian lingkungan dan memiliki keperluan saja yang diperbolehkan mendapat akses.

World Wildlife Fund menyuguhkan fakta bahwa seluruh dunia, populasi mamalia, burung, ikan, reptilia, dan amfibi telah menyusut 60 persen sejak periode tahun 1970. Ini menandakan risiko kepunahan hewan-hewan menjadi sangat genting.

"Angka global menyatakan sudah ada 797 spesies teridentifikasi. Di Indonesia, ada ribuan foto dari 52 spesies yang telah teridentifikasi," jelas Katrin Maurer Communications Manager: AI, Google Search, Google Translate.


"Kecerdasan buatan bukan cuma teknologi yang bisa membantu aplikasi dan layanan Google, tapi juga bisa jadi alat yang menyelesaikan masalah penting di Indonesia," tambahnya

Selain upaya pelestarian di daerah darat, ada juga sensor di bawah laut untuk mendeteksi suara dari hewan-hewan yang ada di bawah laut. Meski begitu, diakui Google masih banyak hal yang diperlukan untuk membantu melestarikan keberadaan makhluk yang terancam punah.

Simak Video "Napak Tilas Kisah Budaya hingga Kelestarian Bumi Lewat Google Earth"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)