Rabu, 11 Des 2019 21:38 WIB

Grab Beri Pelatihan UMKM Pemasaran Digital & Fotografi di Sulsel

Yakob Arfin Tyas Sasongko - detikInet
Foto: Grab
Jakarta -

Grab menggelar program #TambahSukses dengan GrabExpress, salah satunya dengan memberikan pelatihan pemasaran digital dan fotografi bagi UMKM agar lebih berkembang dan lebih kuat di era Revolusi Industri 4.0.

Menurut data Analisis Hasil Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan, Usaha Mikro Kecil (UMK) memperlihatkan peran penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.

Hal ini terlihat dari jumlah UMK yang mendominasi seluruh wilayah, dengan jumlah hampir mencapai 915.000 unit atau mencakup 98,9% dari total usaha nonpertanian di tingkat provinsi. Serapan tenaga kerja di sektor tersebut pun sangat besar, yakni mencapai 2,1 juta orang atau 85,29% dari total tenaga kerja non pertanian.

Head of GrabExpress Grab Indonesia Tyas Widyastuti mengatakan pelaku UMKM perlu memiliki bekal dan keterampilan yang cukup untuk memperoleh manfaat positif era ekonomi digital.

"Mengingat besarnya peran dan potensi UMKM sebagai penggerak perekonomian Sulawesi Selatan, para pelaku usaha, mesti memiliki bekal dan keterampilan yang cukup, sehingga bisa memanen manfaat positif dari era ekonomi digital ini, dan diharapkan mereka juga dapat membagikannya ke banyak orang lain," kata Tyas dalam keterangannya, Rabu (11/12/2019).

Ditambah lagi dengan teknologi yang tepat guna, juga bisa membantu untuk mengembangkan jangkauan UMKM sehingga mendapatkan pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, lanjut Tyas, pihaknya mengadakan program #TambahSukses dengan GrabExpress di Makassar, dengan harapan bisa membantu UMKM berkembang lebih besar serta memberikan dampak positif pada perekonomian di tingkat provinsi hingga nasional.

"Inisiatif ini selaras dengan misi 2025 'GrabforGood', yang salah satunya berupa komitmen Grab untuk turut meningkatkan keterampilan dan kapabilitas UMKM di seluruh Indonesia. Makassar memiliki posisi yang sangat strategis dan merupakan pintu gerbang perekonomian Sulawesi Selatan," imbuhnya.

Pihaknya pun yakin perkembangan bisnis dan jangkauan pasar pelaku UMKM di Kota Makassar akan memberikan dampak besar pada kota-kota lain di Sulawesi Selatan, dan lebih besar lagi ke seluruh Indonesia.

Sementara itu Wakil Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Oci Alepuddin mengungkapkan pihaknya yakin bahwa digagasnya pelatihan pemasaran digital dan fotografi, pelaku UMKM bisa memasarkan produk mereka dengan lebih mudah.

"Kami menyambut gembira workshop yang diselenggarakan oleh Grab di Kota Makassar. Program tersebut sejalan dengan program kami untuk meningkatkan kompetensi UMKM, " kata Andi.

Dengan tambahan ilmu pemasaran digital dan ilmu fotografi, Andi mengatakan pihaknya yakin pelaku UMKM bisa memasarkan produk mereka dengan lebih mudah serta dengan jangkauan yang lebih luas dari sebelumnya.

Seiring dengan tren yang terus mengarah ke dunia online atau Revolusi Industri 4.0, ia menilai UMKM harus bergerak dan berubah agar mendapatkan manfaat positif dari tren yang terjadi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemerintah Pusat Kota Makassar Evy Aprialti pun mengungkapkan, memasuki era Industri 4.0 UMKM dituntut untuk mengembangkan daya saing melalui pemanfaatan platform digital.

Sudah saatnya para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi dalam mengelola usahanya, mengingat saat ini belum banyak pelaku UMKM yang sadar akan manfaat teknologi.

"Kami mengapresiasi langkah GrabExpress dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Kota Makassar yang juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar untuk mendorong kapasitas UMKM. Pelatihan pemasaran digital dan fotografi juga sangat membantu meningkatkan kompetensi UMKM sehingga menjadikan UMKM naik kelas," terangnya.

Setelah sukses digelar di Jakarta pada Juli lalu, rangkaian pelatihan #TambahSukses dengan GrabExpress juga turut diadakan di berbagai kota di Indonesia termasuk Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Seperti diketahui para wirausahawan mikro di Kota Makassar dilatih oleh Myla Mulya, pemilik bisnis Batikan yang berbagi mengenai pemasaran digital.

Selain itu Rejeky Kene, fotografer profesional pemilik Studio Bamboo Creative House memberi pelatihan mengenai teknik memotret produk, dan A. Retyana Putra pemilik bisnis Garbera Craft memberikan tambahan keterampilan yang cocok untuk bersaing di era ekonomi digital.

Berdasarkan temuan riset Tenggara Strategics dan CSIS mengestimasi bahwa pada 2018 Grab berkontribusi sebesar Rp 4,2 triliun ke perekonomian Kota Makassar melalui empat lini usahanya, yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood dan GrabKios.





Simak Video "Grab Food Gebrak 2020 dengan Gerakan 'Jangan Lupa Makan'"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)