Senin, 18 Nov 2019 15:15 WIB

Cara Menristek Lahirkan Startup Unicorn Baru

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Kemenristek Foto: Kemenristek
Bali - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro berupaya untuk melahirkan unicorn baru di Indonesia. Saat ini Indonesia baru memiliki lima startup yang valuasinya di atas USD 1 miliar.

Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi negara maju, maka sektor manufaktur harus juga bersiap maju, startup atau wirausaha harus bertambah banyak, serta penguatan ekonomi berbasis digital harus terus dikembangkan.



"Peran Kemenristek/BRIN salah satunya adalah mengembangkan ekonomi digital. Kami turut bertanggungjawab untuk menciptakan sebanyak mungkin startup baru dan memastikan kontinuitas dari startup tersebut," ujarnya saat menghadiri Next Indonesian Unicorn Summit 2019 di Jimbaran Hub, Bali, beberapa waktu lalu.

Bambang menekankan pentingnya menciptakan technopreneur alias pengusaha berbasis teknologi. Ia mendorong berbagai lapisan masyarakat untuk memperkuat riset, teknologi dan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan jumlah kewirausahaan di Indonesia.

Cara Menristek Lahirkan Startup Unicorn Baru Foto: Kemenristek


"Kita harus menciptakan entrepreneur berbasis teknologi, atau di kementerian kami menyebutnya technopreneur. Menciptakan technopreneur sangat penting, meskipun resiko gagal akan selalu ada, tapi kita harus tetap mencoba. Atau kita (Indonesia) hanya akan menjadi big market dan tertinggal dalam menjadi produsen produk-produk inovatif," tuturnya.

Berdasarkan laporan terbaru dari Google dan Temasek, Indonesia kini merupakan salah satu negara new economy dengan pertumbuhan ekonomi yang paling pesat dalam lima tahun terakhir di kawasan Asia Tenggara.

Oleh karena itu, research and development (R&D) harus diperkuat dalam mendukung Indonesia menjadi negara maju. Calon perusahaan rintisan ini perlu melihat bagaimana meningkatkan nilai tambah dari komoditas-komoditas potensial yang dimiliki Indonesia.



Untuk mendukung peningkatan jumlah start up, Kemenristek/BRIN telah memiliki program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di mana startup terpilih akan menerima sejumlah insentif/pendanaan dan pembinaan. Selain itu, kementerian ini juga memiliki beberapa Science Techno Park (STP) potensial yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Agar inovasi yang dihasilkan dapat dikomersialisasikan menjadi produk massal, startup binaan Kemenristek didukung dengan ketersediaan inkubasi bisnis yang terdapat di berbagai STP tersebut.

"Artinya, startup yang sudah kita bina, kita jaga track record-nya agar menjadi the next unicorn, walaupun mungkin butuh waktu lama," imbuh Menteri Bambang.

Cara Menristek Lahirkan Startup Unicorn Baru Foto: Kemenristek


Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Dewan Pembina NextICorn Rudiantara, Ketua Yayasan NextICorn Daniel Tumiwa, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T Lembong, serta tamu undangan lainnya.

Simak Video "Pertemukan Investor dan Pelaku Startup, Menristek Formulasikan RnD yang Tepat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)