Selasa, 05 Nov 2019 15:20 WIB

Di 2018, Grab Sumbang Perekonomian Rp 8,9 Triliun untuk Surabaya

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikinet Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta - Era revolusi industri 4.0 tak bisa dipungkiri dapat membawa dampak pertumbuhan perekonomian negara. Salah satu sektor yang ikut berperan dalam peningkatan perekonomian di era digital saat ini adalah layanan transportasi berbasis online.

Sebuah riset yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics terkait dampak kehadiran ekonomi digital bagi masyarakat, dengan studi kasus Grab, membuktikan peranan super app tersebut mampu menyumbang perekonomian negara dan wilayah operasionalnya.

Riset pertama yang dilakukan pada periode November-Desember 2018 menghitung kontribusi kehadiran Grab bagi masyarakat yang berperan sebagai produsen atau penyedia jasa ekonomi digital. Dalam konteks ekosistem Grab, mereka adalah mitra pengemudi GrabCar, GrabBike, merchant (restoran, kafe, atau warung) GrabFood, dan agen GrabKios (sebelumnya bernama Kudo).


Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri mengatakan dari survei yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan, dapat diestimasi kehadiran Grab telah memberi kontribusi kepada perekonomian nasional Indonesia sebesar Rp 48,9 triliun.

"Khusus di Kota Surabaya, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 8,9 triliun pada 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp 4,2 triliun, diikuti GrabBike sebesar Rp 3,5 triliun, GrabCar senilai Rp 1,1 triliun, GrabKios individual dan toko sebesar Rp 49 miliar," ujar Yosa, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/11/2019).

Adapun pendapatan mitra pengemudi GrabBike, lanjut Yosa, meningkat sebesar 144% dan GrabCar sebesar 114%. Selain itu, penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 34%.

"Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 38% mitra pengemudi GrabBike, 40% agen individual GrabKios, serta 35% mitra pengemudi GrabCar yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini dapat memperoleh penghasilan setelah bermitra dengan Grab," ujarnya.

Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy mengatakan Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Indonesia yang tengah tumbuh.


"Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Indonesia," ujar Tirza.

"Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good," tegasnya.



Simak Video "Yuk Pesan Menu Eksklusif Lewat GrabFood Signature"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)