Jumat, 25 Okt 2019 14:06 WIB

From Zero to Hero, Begini Cerita Para Seleb TikTok Raih Kepopuleran

Yakob Arfin - detikInet
Seleb TikTok. Foto: Yakob Arfin/detikcom

Kepada detikcom Sandy mengungkapkan, sejak video "no hands" yang ia buat, Sandy mendapat respon postif dan memperoleh 1 juta views yang membuat profilnya mulai dikenal sebagai seorang sosok Sandy.

Sandy pun mengenang, eksistensinya di platform TikTok mulai menanjak pada Juli 2019 lalu dan berhasil mendulang prestasi hingga 1 juta view.

"Waktu itu pakai lagunya itu lagu lawas yang judulnya Memori Berkasih. Menurut Sandy jarang banget di TikTok kayak gerakan no hand tapi pakai lagu jadul," ungkap Sandy.

Berbeda dengan Sandy, Kelly mengakui gemar bermain TikTok di genre dance. Bermodal bakat dan minat pada dance, Kelly memanfaatkan TikTkok untuk bikin kreasi gerakan dance yang ringan dan mudah untuk diikuti.

Kelly yang mendapat dukungan penuh dari rekan kerjanya sesama guru TK, berfokus memproduksi konten kategori dance dengan menampilkan ekspresi wajah (unik, lucu, garang) yang disesuaikan dengan beat lagu yang dipilih.

Sumber ide Kelly pun beragam, salah satunya dengan melihat kreator luar negeri, yang kemudian dikreasikan dengan gaya sendiri.

"Kalau di TikTok itu menariknya kita bisa lihat konten-konten dari luar, bukan cuma konten di Indonesia. Jadi dari konten luar itu bisa dapat inspirasi. Kadang ada yang mirip, kadang dikompilasi dengan kreasi sendiri," kata Kelly.


Kelly dan Sandy pun punya pandangan yang sama, bahwa untuk membuat sebuah konten berdurasi singkat, memerlukan waktu yang cukup panjang untuk hasilkan video yang tidak asal-asalan. Meski hanya untuk durasi 15 detik, perlu beberapa kali shoot dan konsep yang matang.

"Untuk video pendek durasi 15 detik rekaman satu jam saja cukup. Mungkin kalau anak-anak yang main di kategori transisi, ada yang sampai berhari-hari ya, agar hasilnya memuaskan," jelas Kelly.

Sejumlah hal yang dipersiapkan dengan serius di antaranya adalah konsep gerakan atau drama yang akan ditampilkan, latihan menghafal gerakan dance atau gesture drama, pemilihan lagu, kostum, hingga waktu secara khusus.

Jika Sandy berhasil mendongkrak 1 juta views melalui video no hand, Kelly mulai naik dan dikenal saat video dance dengan lagu Black Pink yang diunggah pada April 2019 lalu.

SandySandy Saputra/Foto: Yakob Arfin/detikcom

Diketahui, sebelum nama keduanya dikenal banyak orang, angka followers pun sempat stagnan di angka ribuan. Kelly sempat tertahan hanya memiliki 1.000 followers, sedangkan Sandy 3.000-4.000 followers. Kini keadaan berkata lain, followers Kelly tembus di angka 163,7 ribu, sedangkan Sandy 3,1 juta followers.


"Berkat TikTok juga followers IG Sandy naik, alhamdulillah sekarang sampai 550 ribu dalam waktu tiga bulan sejak Juli 2019. Dan dari sisi followers TikTok Sandy nggak nyangka bisa sampai angka belakangnya M (million). Sekarang 3 M," ungkap Sandy.

Kelly pun mengenang kembali bahwa awal mula ia membuat akun TikTok hanya sekadar untuk senang-senang. Namun semakin banyak ia memproduksi konten dan mendapat banyak respon positif, ia pun terpacu untuk semakin giat membuat video.

"Melihat banyak komen yang bilang, 'Wih kok keren dancenya.' Sejak itu aku merasa, 'Wow, aku ternyata bisa menginspirasi orang walau hanya lewat video ini.' Jadi ke depannya aku ingin lebih menginspirasi banyak orang. Bukan hanya dance, tapi bisa nyanyi, bikin video lucu-lucuan, jadi bener-bener berharap bisa menginspirasi banyak orang," kata Kelly.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3