Rabu, 09 Okt 2019 20:15 WIB

Balon Internet Google dan Starlink Akan Bantu Akses Internet RI

Agus Tri Haryanto - detikInet
Balon internet Google Loon (detikINET/Ardhi Suryadhi) Balon internet Google 'Loon' (detikINET/Ardhi Suryadhi)
Jakarta - Dalam membantu memeratakan akses internet di berbagai daerah, Indonesia bisa memanfaatkan teknologi para penyedia internet global, seperti OneWeb, Starlink milik SpaceX, hingga balon internet milik Google.

Kondisi ketersediaan layanan menuju dunia maya di Indonesia sendiri belum merata, bila membandingkan keberadaan infrastruktur jaringan yang ada di Pulau Jawa dengan yang di luar Pulau Jawa. Persoalan tersebut yang terus ditambal oleh pemerintah belakangan ini.

"Indonesia ini tantangannya adalah (banyak) daerah. Ada dua istilah, underserved dan unserved. Ke depan ada teknologi-teknologi yang Insya Allah akan melayani mereka, di antaranya pakai HAPS (High Altituted Platform Station) dan bekerjasama dengan penyedia LEO (Low Earth Orbit)," kata Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Agung Harsoyo ditemui di Jakarta, Selasa (9/10/2019).


Agung memaparkan ada dua pemain terkenal di HAPS, yaitu Softbank dan Google dengan Loon-nya. Dikatakan Agung, itu akan membantu mempercepat ketersediaan akses di berbagai daerah RI.

Balon internet Google sendiri sebelumnya pada 2015 silam pernah bekerjasama dengan tiga operator seluler terbesar di Tanah Air. Namun implementasinya mandek. Terkait hal tersebut, Agung mengatakan bahwa pada saat itu teknologinya dianggap belum matang.

"Yang jelas itu (sekarang) teknologinya sudah matang," ucapnya.


Kemudian untuk pemain LEO yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia adalah OneWeb, perusahaan komunikasi yang berperan sebagai penyedia satelit. OneWeb juga sudah diberi lampu hijau oleh FCC agar satelit mereka bisa dikirim ke orbit. Selain itu, ada Starlink yang tak lain satelit pemancar internet kepunyaannya SpaceX.

"Dan itu akan segera, tapi tidak tahun ini, paling cepat tahun 2020. Itu akan ada operator yang bisa membantu mempercepat penggelaran infrastruktur telekomunikasi," kata Agung.

Dari sisi regulasi, pemerintah bakal menyiapkan regulasi untuk terjadinya sinergi. Pelakunya penyelenggara jaringan/jasa. Sifatnya B2B yang saling menguntungkan. BRTI dalam hal ini berperan menyeimbangkan kepentingan industri, masyarakat pengguna, dan pemerintah.

Simak Video "Wow! Mbah Google Kini Makin Cerdas dengan Teknologi Barunya"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)