Perjalanan WhatsApp Pay yang Akan Hadir di Indonesia - Halaman 2

Round-up

Perjalanan WhatsApp Pay yang Akan Hadir di Indonesia

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 22 Agu 2019 06:03 WIB
Halaman ke 2 dari 2
Foto: Reuters

Di tengah rencana peluncuran WhatsApp Pay secara resmi di India tahun ini, Juli 2019 muncul kekhawatiran mengenai ancaman keamanan data privasi yang cukup serius.

Otoritas India mengkhawatirkan potensi WhatsApp Pay berbagi data dengan perusahaan di "keluarga besar"-nya yakni Facebook dan Instagram, sehingga mengusik keamanan, privasi, dan informasi non-komersial pengguna.

Sehubungan dengan itu, pemerintah India sudah meminta agar pihak terkait, dalam hal ini National Payments Corporation of India (NPCI) yang mengurusi pembayaran ritel dan sistem pelunasan di Negeri Gangga tersebut, menelaah lebih jauh potensi ancaman keamanan sekaligus memastikan data yang dikumpulkan layanan pembayaran seperti WhatsApp dan Google Pay tidak dibagikan ke pihak lain.

WhatsApp sendiri disebut mengajukan layanan pembayaran berdasarkan Unified Payments Interface (UPI), sebuah sistem yang memungkinkan transfer dana secara real time di antara akun-akun bank.

"Sejauh ini, WhatsApp sudah mengatakan Facebook dan cabang perusahaan non-WhatsApp tidak memakai data transaksi UPI WhatsApp untuk tujuan komersial dalam bentuk apa pun," kata seorang juru bicara pemerintahan India.

Perjalanan WhatsApp Pay yang Akan Hadir di Indonesia Foto: dazeinfo.com



Rencana Masuk ke Indonesia

Agustus 2019, laporan eksklusif Reuters menyebutkan WhatsApp sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan beberapa perusahaan pembayaran digital termasuk layanan ride sharing GoJek, perusahaan pembayaran mobile yang didukung Ant Financial China, Dana, serta startup fintech Ovo milik Lippo Group.

"Kesepakatan dengan tiga perusahaan ini diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat," kata sumber yang menolak disebutkan namanya ini.

WhatsApp kabarnya juga mendekati bank milik BUMN yakni Bank Mandiri yang punya layanan dompet digital e-wallet.

"WhatsApp sedang dalam diskusi dengan sejumlah mitra di Indonesia mengenai hal ini. Diskusi ini masih tahap awal. Kami belum bisa menginformasikan lebih lanjut untuk saat ini," kata juru bicara Facebook.

Berkaitan dengan laporan ini, Reuters menyebutkan pihak GoJek menolak memberikan komentar. Sementara Dana, Ovo dan Bank Mandiri belum merespons.

Layanan ini rencananya akan hadir di akhir 2019. Namun sumber Reuters menyebutkan, rencana ini diperkirakan molor beberapa bulan, mengingat WhatsApp tak ingin peluncuran WhatsApp Pay di Indonesia mendahului di India. Lagipula, WhatsApp masih harus melewati proses persetujuan izin dari regulator Bank Indonesia.

Perjalanan WhatsApp Pay yang Akan Hadir di Indonesia Foto: Rengga Sancaya/detikcom

BI Belum Tahu

Pihak Bank Indonesia (BI) mengaku belum tahu mengenai rencana WhatsApp menghadirkan layanan dompet digital WhatsApp Pay di Indonesia.

"Saya belum mendengar tentang hal ini (WhatsApp Payment masuk Indonesia). Kita juga belum mendengar WA sebagai apa," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko.

Dikatakannya, untuk bisa beroperasi di Indonesia, pihak yang menjadi penyelenggara jasa sistem pembayaran seperti prinsipal, switching, penerbit kartu kredit, kartu debit dan uang elektronik, e-wallet, acquiring dan payment gateway harus memiliki izin atau persetujuan BI.

Senada dengan Onny, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendrata mengatakan, sejauh ini WhatsApp Payment belum ada audiensi dengan pihak BI terkait perizinan.

"Saat ini kalau asing ini menjadi PJSP (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) di Indonesia harus tunduk kepada ketentuan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, yakni harus berbadan hukum Indonesia dan mengajukan izin sebagai PJSP," ujar Filianingsih.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh penyelenggara jasa sistem pembayaran tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Pemprosesan sistem pembayaran tahun 2016, PBI Gerbang Pembayaran Nasional tahun 2017 dan PBI uang elektronik tahun 2018.

Menarik mengikuti perkembangan rencana WhatsApp Pay masuk Indonesia. Jika benar demikian dan saat kesepakatan rampung, Indonesia akan menjadi negara kedua di dunia yang disambangi layanan pembayaran mobile WhatsApp.

Sektor e-commerce yang tengah moncer di Indonesia, jadi salah satu alasan rencana masuknya WhatsApp Pay ke Tanah Air. Untuk diketahui, Indonesia dengan 260 juta penduduk dan ceruk ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menjadi satu dari lima besar pasar global penting bagi WhatsApp. Ada lebih dari 100 juta pengguna WhatsApp di Indonesia.

Nilai industri e-commerce di Indonesia pun diprediksi akan meningkat tiga kali lipat menjadi USD 100 miliar di 2025, sehingga sangat menggiurkan bagi layanan pembayaran untuk berkembang di sini. Namun di sisi lain, negara ini juga memiliki beberapa peraturan pembayaran digital yang sangat ketat.



(rns/krs) (rns/krs)