Jumat, 16 Agu 2019 10:02 WIB

Sebut Semua Orang Mati Diterjang Topan, Tencent Minta Maaf

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Unspslah Ilustrasi. Foto: Unspslah
Shandong - Layanan streaming video terbesar di China menyebarkan berita hoax yang meresahkan sehingga mereka harus melayangkan permintaan maaf.

Tencent Video yang dikelola oleh Tencent, mengirimkan push notification pada pelanggan tentang terjangan topan Lekima yang melanda provinsi Shandong. Disebutkan bahwa topan itu membunuh semua orang di provinsi dengan 99 juta warga itu.

Informasi itu salah total di mana Tencent Video kemudian mengoreksi bahwa jumlah korban tewas 'hanya' 5 orang di Shandong. Secara keseluruhan, 56 orang meninggal dunia di beberapa wilayah China.


"Topan Lekima telah membuat warga seluruh provinsi meninggal, 7 orang hilang," sebut informasi Tencent Video dengan mengutip sumber lokal.

Kekeliruan fatal itu membuat Tencent meminta maaf di media sosial Weibo. Kesalahan menurut mereka terjadi di sektor editorial dan berjanji akan melakukan analisis sehingga tidak terjadi lagi.

Tencent Video memiliki 89 juta subscriber di China pada 2019. Tak heran, kabar itu membuat banyak orang kaget termasuk warga Shandong yang merasa mereka baik-baik saja.


"Apakah kalian gila, Tencent? Mengirimkan notifikasi semacam ini memiliki konsekuensi yang serius," sebut sebuah komentar di mesdos.

"Saya tinggal di Shandong. Tencent sungguh mengagumkan. Saya bahkan tidak tahu telah meninggal dunia," sindir yang lain.

Simak Video "Hati-hati Bermedsos, Polri Akan Tindak Penyebar Hoax Penyerangan Wiranto"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)