Jumat, 19 Jul 2019 06:31 WIB

Round-up

Ironi FaceApp, Menyenangkan Tapi Jadi Bahan Kecurigaan

Tim detikINET - detikInet
1 FBI Diminta Investigasi FaceApp
Halaman 2 dari 5
Foto: Dok. fbi.gov Foto: Dok. fbi.gov

Diluputi rasa curiga, seorang politisi di Amerika Serikat meminta FaceApp diinvestigasi. Popularitas aplikasi yang dapat mengubah wajah jadi tua secara instan itu rupanya mengkhawatirkan baginya.

Dalam tulisan yang ia posting di Twitter, Senator Chuck Schumer menilai sangat mencemaskan bahwa data pribadi warga Amerika Serikat bisa jadi dimiliki oleh kekuatan asing, dalam hal ini Rusia. FaceApp memang berasal dari Rusia.

"FBI dan FTC (Federal Trade Commission) harus melihat risiko keamanan nasional dan privasi saat ini karena jutaan orang Amerika menggunakan FaceApp. Ia dimiliki perusahaan Rusia. User disyaratkan harus menyediakan akses penuh pada data dan foto pribadi mereka," tulis Chuck.

"Saya punya kekhawatiran serius soal perlindungan data yang dikumpulkan dan apakah user menyadari siapa yang mungkin mengaksesnya," tambah dia.

Di pihak lain, Komite Nasional Demokrat memperingatkan para kandidat presiden tahun 2020 dari Partai Demokrat dan juga para staff untuk tidak menggunakan aplikasi itu karena berhubungan dengan Rusia. Bahkan jika sudah terlanjut diinstall, diminta langsung dihapus.

Rusia memang dicurigai campur tangan dalam kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden tahun 2016. Meski tidak jelas terbukti, Rusia dituding menyebar banyak hoax melalui media sosial yang menguntungkan Trump.

(afr/afr)