Sabtu, 18 Mei 2019 07:21 WIB

Jack Ma Heran Eropa Ketakutan Pada Teknologi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jack Ma. Foto: Getty Images Jack Ma. Foto: Getty Images
Paris - Jack Ma sedang berada di Eropa, tepatnya di Paris. Di benua biru itu, Ma mengutarakan rasa herannya kenapa Eropa begitu cemas soal teknologi sehingga ada terlalu banyak aturan. Itu menghambat perusahaan-perusahaan untuk berinovasi.

"Semua yang dilakukan penuh dengan aturan dan hukum. Dan segala hal yang mereka pikirkan, membuat mereka mulai cemas. Ketika mereka cemas, mereka membuat aturan dan hukum," sebut Ma yang dikutip detikINET dari CNBC.

Memang banyak aturan diterapkan di Eropa, misalnya soal privasi yang begitu ketat. Tak jarang raksasa teknologi seperti Google dikenai denda terkait bermacam pelanggaran.



Mindset membuat aturan di Eropa menurut Ma berbeda dengan di China. Ketika menghadapi masalah, entrepreneur China pertama-tama mulai mencari solusinya, baru kemudian berpikir soal aturan-aturannya.

Ma pun merasa itulah alasan kenapa Eropa agak ketinggalan di jagat teknologi meskipun benua ini amat maju. Tak seperti Amerika Serikat atau China, Eropa sangat jarang menelurkan perusahaan teknologi besar.

Salah satu aturan baru yang diterbitkan Uni Eropa adalah soal etika tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal itupun dikritik oleh sang pendiri Alibaba yang menganggap kekhawatiran soal AI adalah berlebihan.

AI memang bisa digunakan untuk tujuan buruk, tapi juga sebaliknya. Alibaba sendiri menggunakannya untuk memantau transaksi keuangan dan mencegah ada kejahatan.



"Mereka yang jahat menggunakan AI untuk melakukan hal-hal buruk, tapi kami memakainya untuk menangkap para penjahat di Alibaba," sergah Ma.

"Jika Anda pikir revolusi teknologi adalah masalah, saya katakan masalah itu baru saja dimulai. Jika Anda pikir itu adalah kesempatan, kesempatan itu juga baru dimulai. Yang penting adalah mentalitas. Jika mentalitas sekarang adalah khawatir, Anda akan khawatir sepanjang waktu," pungkas Ma. (fyk/fyk)