Senin, 13 Mei 2019 12:01 WIB

Para Mantan Petinggi Facebook yang Berbalik Jadi Musuh

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 Brian Acton
Halaman 2 dari 2
Foto: Business Insider Foto: Business Insider

Brian Acton, salah satu pendiri WhatsApp, bergabung dengan Facebook ketika perusahaannya dibeli. Ia memutuskan keluar dari Facebook pada akhir 2017 karena tidak setuju dengan kelakuan Zuck mengutak atik WhatsApp. Bahkan dia menyerukan untuk 'delete Facebook'.

"Pada akhirnya, aku menjual perusahaanku. Aku menjual privasi user. Aku membuat pilihan dan berkompromi. Dan hal itu selalu mengusikku setiap hari," sebut Acton.

"Aku sudah terjual, aku mengakui hal itu," tambah dia dalam wawancara dengan Forbes. Saking kecewanya, Acton bahkan tidak mengambil jatah saham senilai USD 850 juta atau di kisaran Rp 12 triliun saat dia resign.

Tim Kendall

Mantan direktur monetisasi Facebook ini menjadi kerap mengkritik Facebook dan melakukan aksi diam-diam. Tahun silam, Kendall menghabiskan USD 7 juta untuk mendanai momen, startup yang membantu pengguna smartphone lebih baik dalam mengendalikan diri saat memakai media sosial.

Kendall dalam sebuah wawancara merasa menyesal bahwa dia tidak memperkirakan bahwa Facebook akan dimanfaatkan sejumlah orang tidak baik untuk memuluskan kepentingannya.

"Saya sedikit merasa bersalah karena tidak mengantisipasi sejumlah konsekuensinya," sebut Kendall. Tapi dia masih percaya Mark Zuckerberg dapat memperbaiki Facebook.

Kevin Systrom

Kevin mendirikan Instagram dan masuk jajaran petinggi Facebook kala perusahaannya itu dibeli. Dia memutuskan keluar tahun silam bersama pendiri Instagram lainnya, Mike Krieger.

Di kemudian hari, Systrom mengumumkan kepergian dari Facebook adalah karena ada faktor ketidaksukaan terhadap sesuatu, walau tak ia jelaskan secara mendetail.

"Ketika meninggalkan sesuatu, terkadang itu dikarenakan tidak ada kecocokan dengan sesuatu yang mau Anda lakukan, atau adanya perubahan, atau hal lainnya," kata dia.

Belakangan terungkap baik Systrom maupun Krieger ternyata tak setuju dengan pandangan CEO Facebook Mark Zuckerberg mengenai masa depan Instagram, yang kemudian memicu hengkangnya kedua orang itu. Instagram terlalu banyak diutak atik.

Menurut laporan terbaru Wired, hal paling menarik dari perseteruan antara Systrom dan Krieger dengan Zuck adalah keinginan Systrom menyetop fitur di mana pengguna Facebook bisa memposting ke Instagram.

(fyk/fyk)