Jumat, 03 Mei 2019 14:02 WIB

Donasi 'Patungan untuk Berbagi' Disalurkan ke 80 Ribu Anak Yatim

Tia Reisha - detikInet
Foto: Dok Grab Foto: Dok Grab
Jakarta - Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di tahun 2017 mengatakan masih ada 4,4 juta anak Indonesia, termasuk yatim, piatu, dan kurang mampu yang belum memiliki jaminan pendidikan.

Untuk itu, Rumah Yatim akan menyalurkan dana donasi untuk memberikan pendidikan yang lebih layak dan berkesinambungan. Dana tersebut merupakan hasil donasi yang digalang lewat program 'Patungan untuk Berbagi'. Program ini digagas oleh tiga platform digital di Indonesia yakni Grab, OVO, dan Tokopedia.




"Jadi bantuan yang diberikan nanti adalah berupa biaya pendidikan selama satu tahun, termasuk paket peralatan pendidikan. Jadi distribusi nantinya akan diprioritaskan kepada daerah-daerah yang memiliki kerawanan anak-anak putus sekolah yang tertinggi, salah satunya di Jawa Barat dan di beberapa provinsi yang mempunyai cabang Rumah Yatim," ujar Wakil Direktur Utama Rumah Yatim Lili Herliana Abdurrahman.

Saat ini, lanjutnya, Rumah Yatim memiliki 57 cabang yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Namun rencananya tahun ini Rumah Yatim akan membangun cabang hingga 20 provinsi.

"Rumah Yatim memiliki cabang sebanyak 57 kantor di 14 provinsi dan tahun ini kami akan menambah hingga 20 provinsi. Kami memiliki 80 ribu anak yatim yang kami kelola dan hampir 1 juta penerima manfaat yang kami kelola sampai tahun ini. Walau pun kami hari ini baru ada di 14 provinsi tapi sesungguhnya program kami sudah menyebar ke seluruh provinsi di hampir di seluruh Indonesia," sambungnya.

Menurutnya, masih banyak sekali anak Indonesia yang sangat berpotensi namun tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan karena keterbatasan finansial.




Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Grab, OVO, dan Tokopedia yang sudah menggelar program Patungan untuk Berbagi. Ia berharap program ini dapat memaksimalkan bantuan yang diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan.

"Setelah kampanye ini, anak-anak yatim di seluruh Indonesia mendapat bantuan. Tentu kami sangat berharap bisa membantu pemerintah juga dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia. Semoga bantuan ini bisa mencetak lebih banyak lagi anak-anak yang memiliki potensi mengembangkan bakatnya dan untuk membangun pendidikan yang lebih baik," pungkasnya.


(ega/krs)