Kisah Pekerja TI dan Wanita Muda Jepang Tinggal di Warnet - Halaman 2

Kisah Pekerja TI dan Wanita Muda Jepang Tinggal di Warnet

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 26 Apr 2019 13:39 WIB
Halaman ke 2 dari 2
Hitomi. Foto: Japan Live

Hitomi juga curhat bahwa orang tuanya tidak terlalu memperhatikannya. Ia juga punya masalah kesehatan dan pernah merasa tidak bisa melewati usia 20 tahun.

Setelah melewati usia itu, dia malah kebingungan dan kehilangan arah. "Aku tidak seharusnya berumur panjang. Tapi kini setelah melewati usia itu, aku merasa agak tersesat," sebutnya.

"Aku tidak memiliki tujuan lagi. Aku biarkan hidup membawaku. Sudah cukup bisa hidup," tambah Hitomi.

Dia pun hanya berusaha bahagia dan berpikir positif. Keinginannya memang ada, yaitu menjadi pemijat profesional.

Warnet memang bertebaran di Jepang. Malah sejak sekitar tahun 2000-an, banyak warnet menyediakan tempat akomodasi sekadarnya bagi orang-orang seperti mereka.

Pilihan tinggal di warnet cukup beralasan. Selain aman, warnet di Jepang cukup nyaman ditinggali. Kamar mandinya bersih bahkan juga disediakan layanan laundry. Dan harganya jauh lebih miring ketimbang menyewa di apartemen.

Menurut survei dari Kementerian Kesehatan Jepang pada tahun 2007, sebanyak 60.900 orang pernah tinggal di warnet. Dan diestimasi bahwa 5.400 orang tinggal di sana karena tidak memiliki rumah. Sampai sekarang, jumlahnya masih cukup banyak.



(fyk/krs)
Halaman
(fyk/krs)