Inikah Momen yang Hancurkan BlackBerry Messenger? - Halaman 2

Inikah Momen yang Hancurkan BlackBerry Messenger?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 20 Apr 2019 06:51 WIB
Halaman ke 2 dari 3
Foto: detikinet

Pada pertengahan tahun 2013, CEO BlackBerry Thorsten Heins memutuskan untuk membuka BBM ke lintas platform. Tepatnya ke sistem operasi iOS dan Android. Sebuah hal mengejutkan memang, karena dahulu ketertutupan BBM menjadikannya solusi yang diminati oleh pebisnis maupun pengguna secara umum.

Lalu sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006, apa yang membuat akhirnya perusahaan asal Kanada itu 'melepas' BBM ke platform lain?

"Mengapa kami melakukannya sekarang? Platform BlackBerry 10 didukung sangat kuat dan ini waktu yang tepat untuk mendukung BBM menjadi solusi messaging yang berdiri sendiri," kata Heins.

Di salah satu presentasinya juga, Heins mengatakan sejak diperkenalkan 7 tahun lalu, BBM sudah mempunyai 60 juta aktif.

BlackBerry sepertinya gemas dengan popularitas layanan messaging lain, seperti WhatsApp, Kakao Talk, Line ataupun WeChat. Padahal mereka yakin BBM tak kalah hebat.

Dilihat dari sudut yang berbeda, BBM di zaman tersebut memang menjadi kalah jauh dengan WhatsApp dengan 200 juta pengguna aktif. Tapi ingat, WhatsApp adalah layanan lintas platform.

Ketika BBM hadir di App Store dan Android Google Play Store maka sudah sahih bila menyebutkan strategi BlackBerry ingin membuat BBM seperti layaknya WhatsApp, Line, KakaoTalk dan WeChat.

Tentu saja BlackBerry tidak begitu saja mau membuka layanan BBM tanpa timbal balik memadai. Ya, mereka juga memikirkan keuntungan apa yang bisa didapatkan dari BBM lintas platform.

Andrew Bocking, SVP Software Product Management BlackBerry, mengakui memang ada berbagai pendekatan yang telah dilakukan untuk 'menguangkan' aplikasi messaging andalannya itu.



(fyk/fyk) (fyk/fyk)