Minggu, 17 Mar 2019 09:54 WIB

Beragam Prahara yang Menimpa WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 Diminta Membongkar Penyandian
Halaman 2 dari 3
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini

Salah satu proposal peraturan yang sedang digodog oleh pemerintahan India adalah mengharuskan pihak WhatsApp bisa melacak pesan. Hal itu berlawanan dengan fitur penyandian end to end yang default di WhatsApp.

"Dari proposal regulasi itu,satu hal yang paling kami khawatirkan adalah penekanan terhadap penelusuran pesan," kata Carl Wogg, Head of Communications WhatsApp.

Dengan enskripsi end to end, maka pesan yang beredar pada WhatsApp hanya dapat terbaca di perangkat pengirim dan penerima pesan. WhatsApp pun tidak dapat mengaksesnya.

"Proposal itu tak konsisten dengan perlindungan privasi yang dicari orang di seluruh dunia. Karena kami punya enkripsi end to end, maka regulasi itu akan membuat kami mengubah produk,"terang Carl.

Artinya, jika proposal tersebut benar-benar disahkan menjadi aturan, layanan WhatsApp terancam tidak akan seperti sekarang. Bahkan ada spekulasi WhatsApp mungkin saja meninggalkan India jika aturan semacam itu diterapkan.

Tumbang dan Bikin User Kelabakan

Diandalkan oleh miliaran orang, tentu banyak yang mengeluh jika WhatsApp down. Dan entah apa penyebabnya, layanan ini beberapa kali tumbang, termasuk baru-baru ini.

Pada awal Januari 2019, WhatsApp tumbang di berbagai negara. Para pengguna pun jadi panik karena WhatsApp down dalam waktu yang cukup lama. Baik pemakai perangkat Android maupun iOS terkena dampaknya.

Akun pendeteksi situs maupun platform, Down Detector, melaporkan tumbangnya WhatsApp muncul dari pengguna di Eropa, Turki, Denmark, Venezuela, Brasil, Argentina, Peru, Guatemala, negara Amerika Selatan lainnya, Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, sebagian kecil negara di Afrika, sampai Filipina.

Kemudian pada Kamis 14 Maret kemarin, pengguna WhatsApp di berbagai wilayah kesulitan mengirim foto, hanya pesan teks. Errornya WhatsApp berbarengan dengan 'saudaranya', Facebook serta Instagram.

(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed