Selasa, 26 Feb 2019 20:20 WIB

Investasi ke Unicorn: Rezeki Pribumi atau Lumbung Asing?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Unicorn Indonesia. Ilustrasi: Luthfy Syahban/detikcom Unicorn Indonesia. Ilustrasi: Luthfy Syahban/detikcom
Jakarta - Debat Capres 2019 beberapa waktu lalu membuat istilah unicorn menjadi tren di masyarakat, terutama di dunia maya. Dari sana, banyak pertanyaan yang muncul mengenai unicorn.

Untuk diketahui, unicorn adalah 'gelar' bagi startup dengan valuasi di atas USD 1 miliar.

Hal lain yang tak kalah menarik dalam debat yang membahas unicorn ini, adalah pernyataan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang menyebut dirinya khawatir jika investasi yang ditanamkan ke perusahaan-perusahaan rintisan itu akan dinikmati oleh pihak asing.



Lantas, kepada siapa sebenarnya investasi unicorn ditujukan? Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Forum Merdeka Barat (FMB) 9 berusaha menjawab persoalan tersebut.

"Kalau ditanya milik siapa, untuk siapa, kita lah," ucap Menkominfo Rudiantara tegas dalam forum tersebut.

Mengenai kekhawatiran tersebut, Rudiantara mengatakan model bisnis startup berbeda dengan perusahaan konvensional.

Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia masih memegang pemikiran bisnis konvensional, jadi jika misalnya ada perusahaan patungan, maka yang menjadi petinggi adalah pemilik modal terbesar. Sedangkan di startup, yang terjadi tidak seperti itu.

Investasi ke Unicorn: Rezeki Pribumi atau Lumbung Asing? Suasana diskusi. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET


"Orang invest ke startup invest-nya terhadap orang. Justru dipersyaratkan founder-nya tidak boleh keluar sampai mungkin saat nanti listed atau apa. Perbedaan yang paling hakiki ada di situ," ujarnya.

"Venture capital biasanya hanya financial investor. Mentok-mentok mereka mengisi posisi sebagaai komisaris. CEO, manajerial, tetap dipegang para pendirinya. Mereka invest karena kepercayaan mereka terhadap sumber daya manusia. Jadi yang mahal itu ya Nadiem, William, Zaky, Ferry, jangan sampai keluar dari unicor-nya," katanya menambahkan.



Lantas, kalau ada investor masuk ke dalam negeri melalui unicorn tadi, apakah itu akan menjadi rezeki bagi pribumi atau lumbung pihak asing? Begini jawaban pria yang kerap disapa Chief RA tersebut.

"Kalau ada investor masuk ke dalam negeri melalui unicorn tadi katanya ini bakar uang. Bakar uangnya buat siapa? Yang menikmati subsidi ya konsumen Indonesia. Yang paling beruntung adalah masyarakat Indonesia karena aplikasi-aplikasinya menyelesaikan masalah di masyarakat," tuturnya.

"Kita juga harus senantiasa alert, senantiasa waspada, tapi jangan sampai membuat kita paranoia," pungkasnya.


Tonton video: Kata Rudiantara soal Investor Luar Tanam Modal di Unicorn Indonesia
[Gambas:Video 20detik] (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed