Kamis, 14 Feb 2019 17:49 WIB

Dear Emak-emak, Kini Kelola Arisan dan Iuran RT Cukup Klik Saja

Robi Setiawan - detikInet
Foto: Robi Setiawan Foto: Robi Setiawan
Jakarta - Bagi sebuah perusahaan, mekanisme penagihan uang bukanlah sebuah masalah karena sudah diatur dengan manajemen komputerisasi. Namun lain halnya bagi sektor informal, misalnya pengajian, arisan, alumni sekolah, event komunitas, atau organisasi sosial.

Kendati demikian, aktivitas penagihan ini dinilai mengalami sejumlah kendala. Sebagian besar menganggap aktivitas penagihan tidak praktis dan sulit dikontrol.

Sebagai upaya memberi solusi, salah satu perusahaan biller agregator di Indonesia, Jatelindo Perkasa Abadi, meluncurkan platform tagihan berbasis online, Narobil. Direktur Utama PT Jatelindo Perkasa Abadi Armanto Idham Hadju berharap Narobil bisa menjadi solusi penarikan dan pembayaran tagihan yang cepat dan mudah.

"Hadirnya Narobil diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi penarikan dan pembayaran tagihan yang cepat, mudah, tidak bikin repot, apalagi sampai membuat kegiatan dan hubungan komunikasi di masyarakat jadi terhambat," ujar Idham dalam acara Peluncuran Narobil di CGV FX Sudirman, Jakarta, Kamis (14/2/2019).




Ia pun menjelaskan Narobil salah satunya berperan sebagai pengingat tagihan ke seluruh anggota yang terdaftar. Misalnya seorang koordinator arisan mendaftarkan 30 anggotanya. Maka Narobil akan mengingatkan 30 anggota arisan tersebut untuk bayar arisan lewat email, SMS, atau WhatsApp.

"Kami siapkan portal buatkan yang namanya masukkan daftar anggotanya di situ. Begitu ada event tingga di-blast 'eh kamu bayar di sini nih', mereka bayar lewat bank masing-masing, masuk ke rekening mas (kordinator), nah mas tinggal lihat oh si A udah bayar, jadi lebih enak," jelasnya.




Lebih lanjut Idham menjelaskan penggunanya bisa memilih dua layanan Narobil, yaitu Self Service dan Custom Service. Menurutnya keduanya tetap dimaksudkan untuk memudahkan pengguna, namun Custom Service dikhususkan bagi pengguna yang membutuhkan pelayanan yang lebih spesifik.

Saat ini Narobil masih berbasis web saja. Namun ke depannya, secara bertahap Idham mengatakan Narobil akan disempurnakan pelayanannya sehingga bisa diakses melalui mobile apps dengan pilihan kanal yang lebih luas lagi, tidak hanya lewat bank, namun dengan kanal yang lebih mudah dijangkau, seperti lewat Alfamart dan Indomaret.

"Kalau mobile apps nanti kita ketemu tiga bulan lagi, Insyaallah. Jadi adalagi lanjutan dari Narobil, masih ada story-nya lah," katanya.

Untuk biayanya, Idham menjelaskan sejak diluncurkannya hari ini, Narobil masih menerapkan promo sampai tiga bulan ke depan, yaitu tidak dikenakan biaya apapun jika transaksi dilakukan via Bank Mandiri. Setelah promo berakhir dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 3.500 untuk Bank Mandiri, dan bank lainnya mengikuti kebijakan, antara Rp 4.000-6.500.

Berdasarkan data BPS dan Kemendikbud 2017, aktivitas penagihan uang pada sektor informal sangatlah besar, yaitu melibatkan kurang lebih 216 juta orang. Angka ini jika dipresentasekan mencapai 86 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta.

Lingkup terbesar adalah RT/RW yang mencapai kurang lebih 160 juta, kemudian lembaga pendidikan SD 25 juta, SMA dan perguruan tinggi rata-rata 4 juta. Sisanya ada sektor MLM, komunitas olahraga, hobi, musik, dan sebagainya.


(mul/ega)