Mendiang Stan Lee Pernah Bahas Komik Era Digital, Ini Katanya

Mendiang Stan Lee Pernah Bahas Komik Era Digital, Ini Katanya

Kris Fathoni W - detikInet
Selasa, 13 Nov 2018 13:33 WIB
Mendiang Stan Lee pernah bicara soal perkembangan era digital terkait komik (Foto: Mario Anzuoni/Reuters)
Jakarta - Komikus kondang Stan Lee baru saja tutup usia. Semasa hidup, mendiang Stan Lee pernah bicara soal era digital dan pergeseran cara pembaca menikmati komik. Ini pendapatnya.

Stan Lee meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, California pada 12 November 2018. Pria bernama Stanley Martin Lieber itu mengembuskan napas terakhir di usia 95 tahun.




Untuk penggemar komik pada khususnya, sosok Stan Lee akan terus dikenang atas kontribusinya membidani kelahiran sejumlah sosok superhero populer di antaranya Spider-Man, Hulk, Doctor Strange, X-Men, Ant-Man, Iron Man, dan Thor.

Sosok mendiang Stan Lee pun tidak cuma hidup di masa lalu sebagai kreator di balik layar. Ia rutin wira-wiri di sejumlah film garapan Marvel sebagai cameo, membuat generasi Zaman Now pun familiar dengan figurnya.




Sebagai seniman yang menelurkan karya-karya emas di era Zaman Old, Stan Lee memang mengesankan diri tetap ingin jadi sosok yang kekinian. Itu pun tercermin dari pendapatnya mengenai kemajuan zaman, yang membuat komik era digital juga dapat dinikmati di perangkat gadget alias bukan lagi dalam bentuk fisik berupa edisi cetak. Stan Lee tak memusuhi kemajuan zaman, juga meyakini bahwa edisi cetak sebuah komik tetap punya nuansa sentimentil berbeda dengan edisi digital.

"Pengalaman membaca sebuah edisi cetak buku komik takkan pernah berubah, tapi kini berkat era digital ada banyak cara berbeda untuk menikmati cerita yang sama," kata Stan Lee dalam sebuah wawancara dengan Huffington Post tahun 2012, ketika ditanya mengenai kehadiran komik dalam media digital seperti iPad, Kindle, dan Nook.

"Tentu saja buku komik digital bisa interaktif dalam banyak cara, membuat pembacanya merasa terlibat dalam cerita. Tapi rasa gembira membaca sebuah kisah dan menduga-duga apa yang akan terjadi berikutnya kepada si pahlawan merupakan sebuah kesenangan yang sudah bertahan selama berabad-abad dan saya pikir akan terus hidup dalam benak kita semua," tuturnya saat itu.


(krs/mon)