Jumat, 09 Nov 2018 19:21 WIB

Elon Musk Kini Punya Bos di Tesla, Bakal Nurut Tidak Ya?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Biasa jadi atasan, Elon Musk kini akan punya bos di Tesla. (Foto: Joshua Lott/Getty Images) Biasa jadi atasan, Elon Musk kini akan punya bos di Tesla. (Foto: Joshua Lott/Getty Images)
Jakarta - Tesla baru-baru ini mengumumkan pengganti Elon Musk untuk mengisi posisi chairman. Robyn Denholm, yang sejak 2014 tergabung dalam jajaran direksi produsen mobil listrik tersebut, menjadi sosoknya.

Satu tugas berat menunggu perempuan yang saat ini masih menjabat sebagai CFO dari Telstar, perusahaan telekomunikasi asal Australia. Tugas tersebut adalah membuat Elon nurut kepadanya.




Pria berjuluk Iron Man memiliki rekam jejak yang panjang dalam membangun sebuah perusahaan. PayPal, Tesla, SpaceX, dan The Boring Company lahir dari tangan dinginnya.

Nah, permasalahannya adalah, ia selalu jadi pemimpin. Mungkin bisa dibilang ini pertama kalinya dirinya memiliki seorang atasan.

Membuat pria kelahiran Pretoria, Afrika Selatan nurut bisa jadi tidak mudah. Apalagi kebiasannya yang suka berbicara sembarangan, terutama di Twitter.

Tengok saja sejumlah cuitannya yang, secara langsung maupun tidak, membuat nilai saham Tesla naik turun tak karuan. Ia juga sempat didenda sebesar USD 20 juta oleh badan pengawas pasar saham Amerika Serikat lantaran menetapkan harga USD 420 per saham Tesla dan mengaku telah mengamankan pendanaan.

Sayangnya, sepertinya Elon akan tetap meneruskan kebiasaannya untuk ceplas ceplos di Twitter. Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.




"Saya menulis kicauan tentang hal-hal menarik begitu hal tersebut berada di pikiran saya, dan kemungkinan tanpa melewati terlalu banyak penyaringan," ujarnya kala itu, sebagaimana detikINET kutip dari CNN, Jumat (9/11/2018).

Meski begitu, dalam kesempatan yang sama dia juga mengatakan akan menghindari untuk menulis cuitan yang bisa berdampak pada pergerakan nilai saham pada saat bursa dibuka. Sedikit titik terang tentunya bagi Robyn.

Di samping itu, ia juga harus memikirkan bagaimana cara agar Elon Musk bisa memiliki pendamping sepadan di Tesla. Di Google dan Facebook misalnya, ada sosok sidekick seperti Eric Schmidt dan Sheryl Sandberg yang bisa diandalkan Sundar Pichai serta Mark Zuckerberg,

Nah, untuk urusan yang satu ini, sepertinya Robyn harus sering menengok SpaceX. Di sana, ada sosok perempuan yang dianggap mampu membuat Elon tunduk.

Ia adalah Gwynne Shotwell. Para kolega maupun kompetitor memandang Gwynne sebagai satu-satunya orang yang bisa meredam emosi Elon, namun sekaligus membantu mewujudkan mimpi luar angkasanya dengan kepiawan dan kecerdasannya dalam mengelola strategi bisnis serta operasional perusahaan.




Presiden SpaceX itu disebut bisa menjalankan perusahaan kala Elon harus banting tulang di Tesla, seperti ketika produsen mobil listrik tersebut mengalami masalah produksi. Pengaruhnya dalam lingkaran orang-orang di sekitar Musk dan dukungannya menopang Space X, dinilai tampak kontras dengan yang terjadi di Tesla, tempat di mana Musk juga menjadi CEO.

Menarik untuk ditunggu apakah Robyn bisa menjadi bos yang mampu membuat seorang Elon Musk bersedia nurut kepadanya. Atau ia justru malah berubah menjadi 'Robin' dan Elon Musk-lah yang tetap menjadi 'Batman'.


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed