googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/inet/pop_ups', 'div-gpt-ad-1540563574169-0').addService(googletag.pubads());
Jumat, 09 Nov 2018 13:47 WIB

Telegram Bisa Goda Pengguna WhatsApp untuk Berpaling

Rachmatunnisa - detikInet
Fitur di Telegram disebut bisa menggoda pengguna WhatsApp untuk berpaling (Foto: Carl Court/Getty Images) Fitur di Telegram disebut bisa menggoda pengguna WhatsApp untuk berpaling (Foto: Carl Court/Getty Images)
Jakarta - Aplikasi Telegram bisa saja menggoda para pengguna WhatsApp untuk berpaling. Mungkin belum dalam waktu dekat, mengingat dominasi WhatsApp saat ini, tapi adanya perubahan pada fitur-fitur berikut ini bisa menentukan.

Hal ini setidaknya menurut prediksi pengamat media sosial di India. Saat ini, Telegram secara global punya 200 juta pengguna aktif bulanan. Angka ini sama dengan jumlah pengguna aktif bulanan WhatsApp di India saja.

Namun, berdasarkan laporan yang dikutip dari Deccan Herald, Jumat (9/11/2018), para pengguna WhatsApp di India mulai beralih ke Telegram karena satu alasan: Telegram memungkinkan mereka membuat grup dengan jumlah anggota hingga ribuan orang.




Seperti diketahui, WhatsApp membatasi jumlah kontak yang bisa dimasukkan ke dalam grup hanya 256. Sedangkan Telegram bisa menampung anggota grup percakapan hingga 30 ribu kontak.

Tren ini terutama disuarakan oleh salah satu kelompok asal Bengaluru, India. Mereka adalah para aktivis dengan keanggotaan yang besar dan masih terus tumbuh.

Bagi mereka, Telegram adalah platform pesan instan yang cocok untuk mengakomodir banyaknya anggota grup. Pengamat media sosial Tinu Cherian menyebutkan, WhatsApp terlalu kecil bagi mereka.

"Mereka terkendala dengan batasan ini. WhatsApp harus mengeksplorasi cara yang lebih baik untuk membatasi spam. Misalnya seperti cara Facebook yang membatasi kalau pengguna hanya bisa memposting lima kali sehari," ujarnya.




Pembatasan jumlah anggota grup WhatsApp telah mendorong banyak para pemimpin politik dengan tim yang besar, beralih ke group Telegram. Meski demikian, masih banyak yang mengaku lebih nyaman menggunakan WhatsApp.

"Tidak semua orang mau beralih ke Telegram hanya untuk dimasukkan ke dalam grup yang terlalu banyak obrolan spam. WhatsApp masih menjadi pilihan yang nyaman untuk mengobrol dengan teman dan keluarga," kata salah satu pengguna setia WhatsApp asal Bengaluru, Srinivas Alavilli.

Namun di samping itu, fungsi berbagi file multimedia juga menjadi pertimbangan. Seiring berbagi file menjadi aktivitas intensif di WhatsApp, pembatasan di aplikasi pesan instant dalam hal ukuran berbagi file bisa menimbulkan masalah.




Pasalnya, foto dan video semakin berat karena kamera 4K menjadi standar di smartphone. Nah, di Telegram, pembatasan ukuran file pun hampir tidak ada. Dibandingkan WhatsApp, layanan buatan entepreneur asal Rusia Pavel Durov ini terbilang cepat mengadopsi teknologi.

Misalnya, Telegram sudah lebih dulu menawarkan sticker sebagai alternatif dari emoji biasa untuk pengalaman chat. WhatsApp pun didorong untuk mengejar agar tak ketinggalan.

Kelebihan Telegram lainnya adalah integrasinya dengan desktop yang lebih mulus ketimbang WhatsApp. Di WhatsApp, ponsel harus menyala agar WhatsApp di web bisa terhubung. Kalau Telegram, chat akan tetap menyala di PC meski ponsel mati.




Selain itu, Telegram memungkinkan pengguna mengadakan polling di dalam percakapan grup.

"Ini sangat membantu dalam sebuah grup yang tidak dipunyai WhatsApp. Misalnya ketika akan menentukan kapan akan mengadakan pertemuan. Kita bisa membuat polling apakah akan rapat di hari Senin atau Jumat misalnya," kata Srinivas.

Nah, menurut kalian bagaimana? Apakah setuju kalau semua kelebihan ini akan menggoda pengguna WhatsApp berpaling ke Telegram?


(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed