Kematian Jamal Khashoggi dan Uang Arab di Jagat Teknologi

Kematian Jamal Khashoggi dan Uang Arab di Jagat Teknologi

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Rabu, 24 Okt 2018 13:34 WIB
Uang Arab Saudi mengalir ke 'nadi' perusahaan-perusahaan teknologi dunia. Foto: BBC World
Jakarta - Sejumlah perusahaan teknologi diketahui melakukan aksi boikot terhadap acara Future Investment Initiative. Hajatan serupa World Economic Forum yang diselenggarakan Arab Saudi tersebut sebelumnya mengundang sejumlah nama besar di jagat teknologi.

Diane Greene (CEO Google Cloud), Dara Khosrowshahi (CEO Uber), Masayoshi Son (CEO SoftBank), dan Richard Branson (founder Virgin Group), kompak mundur dari acara tersebut. Walau tidak menyebut alasannya, kematian yang menimpa wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, tampak memengaruhinya.


Lantas, apa hubungannya kematian seorang jurnalis dengan boikot para bos teknologi? Jawabannya adalah uang investasi.

Negara yang kaya akan minyak ini merupakan salah satu penyumbang investasi terbesar di jagat teknologi, terutama startup asal Amerika Serikat. Nama-nama yang masuk di dalam portofolionya pun tidak sembarangan.

Penyedia jasa ride-hailing semacam Uber dan Lyft sudah menyepakati investasi dari penanam modal asal Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Namun bos Uber, Dara Khosrowshahi, secara terang-terangan mengaku dirinya merasa terganggu atas laporan mengenai Jamal Khashoggi.

Snap, induk dari Snapchat, serta Tesla juga diketahui melakukan kerja sama serupa. Belum lagi Twitter yang menempatkan Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal sebagai salah satu shareholder utamanya, sebagaimana detikINET kutip dari Politico, Rabu (24/10/2018).

Yang terbaru, investor asal Arab Saudi juga diketahui telah menggelontorkan uang sebesar USD 963 juta untuk Magic Leap. Itu adalah produsen perangkat augmented reality yang berkantor pusat di Florida, Amerika Serikat.

Selain itu, Virgin Hyperloop One besutan Richard Branson juga sempat menerima dana sebesar USD 1 miliar dari Arab Saudi. Walau demikian, pria berambut gondrong itu membekukan kerja sama tersebut pasca kasus Jamal Khashoggi merebak.

Buntutnya, Arab Saudi membatalkan kerja samanya dengan perusahaan yang berusaha menciptakan moda transportasi modern hyperloop itu. Menariknya, hal tersebut diikuti dengan keputusan Branson untuk mundur dari jabatan Chairman di Virgin Hyperloop One.

Jika dijumlah, sepanjang tahun lalu saja investor-investor Arab Saudi sudah menanamkan paling tidak USD 14,1 miliar ke perusahaan asal Negeri Paman Sam. Angka tersebut diumbar oleh Bureau of Economic Analysis. Bahkan mereka hanya menghitung investasi yang menempatkan orang-orang asal Arab Saudi pemilik 10% kepemilikan atau lebih.


Meluas Sampai SoftBank dan Grab

Lebih jauh lagi, investasi uang Arab juga merambah ke SoftBank. Itu adalah perusahaan penanam modal asal Jepang.

Sekitar USD 45 miliar sudah digelontorkan pemerintah Arab Saudi kepada Vision Fund milik SoftBank. Itu hampir separuh dari total dana investasi yang mencapai USD 93 miliar.

Laporan terbaru Reuters menyebut sudah ada 65 perusahaan yang mendapat aliran dana darinya. Dan lagi-lagi, banyak perusahaan teknologi termasuk di dalamnya.

Sebut saja Slack, WeWork, DoorDash, hingga Nvidia. SoftBank juga diketahui memiliki mayoritas saham di Sprint, salah satu perusahaan telekomunikasi asal Amerika Serikat, yang tengah berusaha untuk merger dengan provider lainnya, yaitu T-Mobile.

Tidak berhenti sampai di situ saja, SoftBank juga investor yang rajin menanam modal ke Grab. Selama separuh windu terakhir, lewat empat kali suntikan, setidaknya Softbank telah mengucurkan dana segar ke Grab hingga USD 4 miliar. Satu catatan, USD 2,5 miliar di antaranya berbagi dengan Didi Chuxing, penyedia jasa ride-hailing asal China.

Persebaran uang Arab tersebut memang tidak mengherankan. Lewat program Vision 2030, mereka memang memasang target untuk bisa melakukan investasi paling tidak USD 2 triliun di industri seperti energi dan teknologi sampai kalender menunjuk tahun 2030.


Di samping itu, Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dari dulu akrab dengan para bos perusahan teknologi ternama. Pada 2017 lalu, ia pernah datang ke kantor Facebook dan bersua dengan Mark Zuckerberg.

Belum lama ini, dia juga berkunjung ke Silicon Valley. Dia bertemu dengan CEO Apple, Tim Cook, CEO Google, Sundar Pichai, serta CEO Amazon, Jeff Bezos.

Dalam kunjungannya tersebut, Pangeran Salman membicarakan kemungkinan kemitraan antara negara kaya minyak yang dipimpinnya dengan para perusahaan teknologi terbaik di dunia. Rumor berkembang bahwa para raksasa teknologi itu akan membuat data center ataupun toko di Arab Saudi.




Tonton juga 'Tim Saudi Mengintai Hutan di Istanbul Jelang Tewasnya Khashoggi':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/fyk)