Kamis, 02 Agu 2018 21:07 WIB

Begini Sejarah Musical.ly yang Kini Gabung ke Tik Tok

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Tampilan antarmuka Musical.ly. Foto: Istimewa Tampilan antarmuka Musical.ly. Foto: Istimewa
Jakarta - Jika kalian mengenal Musical.ly sebagai jejaring sosial berbasis konten video, siapa yang menyangka jika platform tersebut sejatinya dibuat untuk kepentingan pendidikan. Ya, dulunya, Musical.ly adalah sebuah aplikasi bernama Cicada Education.

Pada awal 2013, Alex Zhu, bersama kawan lamanya, Luyu Yang, mendirikan platform tersebut dengan modal USD 250.000 yang didapat dari investor. Butuh enam bulan bagi keduanya untuk membangun platform tersebut.

Zhu, yang awalnya yakin idenya ini bakal bernilai miliaran dollar AS, menjelaskan jika Cicada Education adalah platform dengan tampilan serupa Twitter. Bedanya, di dalamnya berisi sebuah komunitas beranggotakan para ahli di berbagai bidang pendidikan yang memberikan kursus mini berbentuk video. Sayang, segalanya tidak berjalan sebagaimana mestinya.


Zhu mengaku ia bersama timnya mendengar banyak keluhan dari para pengajar yang kesulitan untuk membuat video pengajaran berdurasi pendek. Cicada Education sendiri hanya menyediakan durasi tiga hingga lima menit untuk setiap video, tapi banyak pengajar membutuhkan waktu berjam-jam.

Kendala tersebut diperparah dengan masalah keuangan yang melanda Zhu beserta tim. Ia mengaku pada saat itu uang yang tersisa hanya 8%. Untungnya, ia mendapat ide baru di masa-masa sulit tersebut, sehingga tidak terjerembab di jurang kegagalan lebih dalam.

Ketika berada di kereta, ia melihat banyak anak-anak usia sekolah yang mendengarkan musik, merekam video menggunakan perangkat mobile, dan membagikannya ke media sosial. Zhu pun memikirkan sebuah aplikasi hasil gabungan ketiganya, yang dipikirnya bisa menjadi sangat populer di kalangan anak-anak di seluruh dunia.

Lalu, pada April 2014 mereka meluncurkan prototipe dari Musical.ly, yang disusul versi aslinya sekitar empat bulan kemudian. Seiring berjalannya waktu, platform tersebut menjadi populer di kalangan usia muda di Amerika Serikat dan Eropa.


"Saya memang menginginkan anak-anak muda untuk bergabung dengan komunitas di dalam Musical.ly. Cara untuk merintis jejaring sosial dari nol adalah dengan menarik perhatian anak-anak muda sebagai pengguna awal," tuturnya, sebagaimana detikINET kutip dari Bloomberg, Kamis (2/8/2018).

Ya, memang banyak pengguna Musical.ly masih berusia 8 hingga 11 tahun. Sayangnya, para orang tua mengaku mereka melihat banyak konten berbau pornografi dan hal-hal lain yang menurutnya tidak pantas dilihat anak-anak.Hal tersebut dipicu banyaknya orang yang mengunggah konten-konten menghebohkan semacam itu untuk mendulang views dan likes.

Selain itu, mereka pun khawatir jika anak-anak mereka akan terobsesi untuk terkenal di platform media sosial, salah satunya Musical.ly. Apalagi, para orang tua tidak bisa mengontrol anak-anaknya sepanjang waktu saat mereka tengah asyik dengan perangkat mobile mereka.

Terlebih, pengguna Musical.ly bisa membuat akun mereka menjadi tertutup sehingga hanya mengizinkan user pengikut yang dapat melihat konten buatannya. Chris Mckenna, penasihat keamanan internet, mengatakan jika hal tersebut membuat Musical.ly ibarat sebuah ruang dengan banyak pintu.


"Ini seperti menempatkan seorang anak di dalam ruangan dengan banyak pintu. Semua pintu itu terkunci dari dalam, dan hanya mereka yang bisa membukanya. Anak-anak ini pun bebas pergi ke pintu mana pun tanpa ada pengawasan," tuturnya.

Komentar tersebut pun membuat Musical.ly mirip dengan Tik Tok. Bahkan, aplikasi yang disebutkan terakhir itu sempat diblokir di Indonesia oleh Kominfo. Rudiantara, mengatakan pemblokiran tersebut disebabkan karena banyak konten negatif di dalamnya, khususnya bagi anak-anak.

Meski begitu, pemblokiran tersebut tidak berlangsung terlalu lama. Setelah pihak Tik Tok berdiskusi dengan Rudiantara, larangan itu pun dicabut. Satu catatan, mulai kini hanya anak berusia di atas 13 tahun yang boleh menjadi pengguna Tik Tok. (mon/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed