Kamis, 02 Agu 2018 16:44 WIB

Gabung ke Tik Tok, Siapa Musical.ly?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Aplikasi Musical.ly. Foto: DogTown Media Aplikasi Musical.ly. Foto: DogTown Media
Jakarta - Meski kedua platform ini punya interface serupa, Musical.ly dan Tik Tok menjalani kisah kesuksesan berbeda sebelum bergabung jadi satu.

Musical.ly adalah jejaring sosial yang fokus pada konten berbentuk video. Lewat aplikasi ini, penggunanya bisa mengunggah video pendek berdurasi 15 detik hingga 1 menit dengan pilihan berbagai lagu sebagai latar suaranya.

Investor Twitter dan Uber Gary Vaynerchuk mengatakan, platform tersebut merupakan perpaduan antara Vine, Snapchat, dan Dubsmash.



Gambaran Musical.ly kurang lebih seperti ini, fokus pada konten video seperti Vine, punya berbagai macam filter layaknya Snapchat, dan tersedia pilihan lagu yang bisa dijadikan latar suara mirip Dubsmash.

Adalah Alex Zhu dan Luyu Yang, sepasang kawan lama asal China di balik berdirinya Musical.ly. Mereka pertama kali meluncurkan versi pertama aplikasinya pada Agustus 2014, sekitar empat bulan setelah prototipenya terbentuk.

Tak disangka, dua tahun setelah diluncurkan, Musical.ly sudah memiliki lebih dari 100 juta Musers--sebutan bagi penggunanya--di seluruh dunia.

Amerika Serikat jadi salah satu pasar terbesar mereka. Nama-nama tenar seperti Selena Gomez dan Ariana Grande pun ikut jadi korban viralnya aplikasi tersebut.

Pada masa-masa itu juga, seperti dikutip detikINET dari Bloomberg, Kamis (2/8/2018), jejaring sosial yang didirikan di Shanghai itu menorehkan valuasi USD 500 juta. Para analis pun menyebut jika potensinya sangat mampu menarik basis user milik Facebook.

Tak cuma sukses di AS, Musical.ly sempat menduduki posisi teratas sebagai aplikasi yang palling banyak diunggah di App Store di berbagai negara seperti Kanada, Jerman, Brasil, Filipina, dan Jepang.

Sepanjang dua tahun perjalanannya itu, mereka sudah mencatatkan 90 juta download, dengan 12 juta video baru diunggah di dalamnya setiap hari.

Pada Desember 2017, Musical.ly resmi diakuisisi oleh Bytedance, induk dari Tik Tok. Sebagaimana diketahui, Tik Tok juga merupakan jejaring sosial yang fokus pada konten berbentuk video. Pengunanya diberi keleluasaan dalam mengunggah video yang kurang lebih sama dengan Musical.ly.

Bedanya, aplikasi berlambang not tersebut lebih sukses di kawasan Asia, termasuk di Indonesia salah satunya. Saking populernya di sini, jejaring sosial tersebut sempat diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika karena keberadaan konten negatif di dalamnya.



Meski demikian, pemblokiran tersebut dicabut setelah pihak Tik Tok datang ke Indonesia dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kominfo Rudiantara.

Kini, Musical.ly resmi menjadi satu dengan Tik Tok. Meski namanya kini melebur, salah satu pendirinya, Alex Zhu, digaet sebagai Senior Vice President Tik Tok. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed