Kamis, 12 Jul 2018 18:30 WIB

Banyak Dikunjungi, Ini Daya Tarik Studio Animasi Cimahi

Rachmadi Rasyad - detikInet
Suasana pelatihan di CCA. Foto: detikINET/Rachmadi Rasyad Suasana pelatihan di CCA. Foto: detikINET/Rachmadi Rasyad
Jakarta - Pertama kali didirikan pada 28 Oktober 2009, Cimahi Creative Association (CCA) adalah nama yang disematkan bagi para pegiat digital kreatif. CCA bertujuan mengembangkan sumber daya manusia ke arah industri digital kreatif.

"Komunitas ini mulai jalannya 2010. Adapun CCA dibangun untuk mengembangkan SDM dalam rangka mendorong bisnis digital kreatif," tutur Ketua CCA Rudy Suteja saat ditemui di Gedung Baros Information Technology Center (BITC), Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018).

Komunitas CCA, Wadah Pegiat Digital Kreatif di CimahiPelatihan animasi. Foto: detikINET/Rachmadi Rasyad


Sebelumnya, CCA berdiri atas inisiatif dari Wali Kota Cimahi terdahulu yang menginginkan adanya ciri khas dalam membangun Cimahi. Berawal dari hal itu, tercetuslah rencana untuk mengembangkan industri digital kreatif.



"Waktu itu, kalau di kota-kota lain banyaknya ke arah kuliner, fesyen, pertanian, dan lain-lain. Kemudian, waktu ada undangan dari Kemenperin, kami memutuskan untuk masuk ke digital kreatif. Nah, ini yang berbeda," ucap Redy.

Pada awal mula berdiri, anggota yang bergabung di CCA hanya berjumlah 20 orang. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah anggota kian bertambah, bahkan hingga menembus angka 2.000-3.000 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Di CCA, anggota bisa memilih bidang yang ingin ditekuni. Mulai dari animasi hingga aplikasi games bisa dijumpai di sana. Syarat untuk bergabungnya pun tidak sulit dan tanpa dikenai biaya. Sehari-harinya, anggota CCA melaksanakan aktivitas berupa pelatihan di Gedung BITC.

Selain itu, di antara mereka ada menggelar kegiatan berupa on job training di sebuah perusahaan digital kreatif atau mengerjakan proyek-proyek yang berasal dari pemerintah, perusahaan BUMN, dan swasta. Meskipun demikian, CCA tetap mengupayakan untuk membentuk SDM yang profesional hingga nantinya dapat menjadi pengusaha di bidang digital kreatif.

Peserta Sedang Membuat Gambar Tiga Dimensi.Peserta Sedang Membuat Gambar Tiga Dimensi. Foto: detikINET/Rachmadi Rasyad


"Ada pelatihan dan on job training di sini. Lalu, di sini juga mereka diajak untuk mengikuti proyek-proyek pemerintah, perusahaan BUMN atau swasta. Kebanyakan mereka mengambil proyek yang pendek-pendek (jangka waktunya). Namun, tetap saja kita ingin membuat orang-orang profesional dengan menjadi pengusaha dan membuat studio sendiri," tutur Rudy.

CCA telah menorehkan berbagai prestasi. Berulang kali CCA mendapat kunjungan dari berbagai negara di dunia, seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Jerman, dengan menyelenggarakan kegiatan bernama Baros International Animation Festival (BIAF) yang tahun ini akan dihelat untuk keenam kalinya. Kini, mereka telah dijadikan rujukan bagi penggiat komunitas digital kreatif di Indonesia.



"CCA ini boleh dikatakan salah satu rujukan komunitas kreatif digital di Indonesia. Setiap ada studio animasi di Indonesia pasti bersentuhan dengan kota Cimahi. Bahkan, kita itu dikunjungi oleh berbagai negara yang ingin melihat bagaimana pengembangannya. Kita di bulan Oktober akan membuat Baros International Animation Festival (BIAF) yang keenam. Sekarang kita sedang melakukan persiapan-persiapan," kata Rudy.

Komunitas CCA, Wadah Pegiat Digital Kreatif di CimahiCAA segera menggelar BIAF ke-6. Foto: detikINET/Rachmadi Rasyad


Sementara itu, salah satu peserta magang bernama Rosyid (18), asal Kota Garut yang sedang ditugaskan PKL dari sekolahnya, mengaku senang mengikuti kegiatan yang digelar CCA. Ia bisa mendalami minatnya pada bidang digital kreatif dan kini sedang fokus di bidang dua dimensi sebelum beralih ke tiga dimensi. Rosyid mengetahui perihal adanya komunitas CCA di Cimahi dari teman sekolahnya.

"Saya lagi PKL tiga bulan di sini. Saya tahu ada ini dari kakak yang kelas pernah PKL di sini. Fokusnya saya di dua dimensi. Saya enggak animasi dulu, masih desain grafis. Kesannya menyenangkan, ya. Ini hobi saya dari sekolah. Saya sudah bisa membuat line art," kata Rosyid dengan gembira. (agt/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed