BERITA TERBARU
Rabu, 11 Jul 2018 10:07 WIB

YouTuber Dikerahkan untuk Perangi Hoax

Annisa Shafira - detikInet
Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker
Jakarta - YouTube akan mulai menambahkan tinjauan dan tautan pada web dan aplikasinya untuk memberantas hoax atau berita palsu. Selain itu, YouTuber terkenal juga dikerahkan.

Para YouTuber ini akan ditugasi mengajarkan anak dan remaja cara memilah berita yang asli. Selain memberikan tautan yang merujuk pada artikel mengenai berita terbaru di hasil pencarian, YouTube juga akan menambahkan teks berisi informasi dari pihak ketiga seperti Wikipedia di berita-berita yang memiliki banyak informasi keliru.

Usaha ini adalah bagian dari Google News Initiative yang diumumkan Maret kemarin dan bertujuan membantu mengatasi hoax dalam platform-platform Google.



Dikutip detikINET dari CNBC, Rabu (11/7/2018), YouTube mendapatkan jatah sebesar USD 25 juta dari USD 300 juta yang diinvestasikan Google untuk mengatasi masalah ini.

YouTube berencana menginvestasikan tunjangan yang luar biasa itu pada tiga area utama. Pertama, membuat kelompok kerja dengan organisasi-organisasi berita dan pakar-pakar media untuk meningkatkan kualitas berita di YouTube.

Selanjutnya, YouTube akan membuat pembaruan pada aplikasi dan beranda webnya, yang nantinya akan menampilkan berita-berita penting berisi video-video dari berbagai sumber yang terpercaya.

Pada aplikasi YouTube di Smart TV, fitur baru ini akan menampilkan lebih banyak berita lokal. Terakhir, YouTube juga menugaskan YouTuber terkenal dengan follower banyak seperti Ingrid Nilsen, Mark Watson, John Green, ASAP Sience, Desrin Sandlin dan Alonzo Lerone untuk mengajarkan remaja membedakan berita palsu dengan yang benar.

Nilsen, Watson, dan Green akan bekerjasama dengan MediaWise, sebuah organisasi yang bertujuan untuk memberikan kemampuan literasi digital kepada 1 juta remaja, untuk membantu remaja mengerti isu-isu terkini seputar literasi media.



Contohnya, Nilsen yang memiliki 3,8 juta subscriber di YouTube akan berbicara di acara yang diselenggarakan oleh majalah remaja ternama , Teen Vogue, tentang cara memeriksa fakta pada berita-berita online.

John Green yang memiliki kanal edukasi di YouTube bernama CrashCourse, membuat seri khusus untuk membahas isu mengenai periklanan online, kepemilikan media dan pengaruh media untuk 7,1 juta subscribernya.

Green juga terkenal karena mengarang buku yang populer di kalangan remaja seperti 'The Fault In Our Stars' dan 'Paper Towns.' Ia dan adiknya Hank Green adalah salah satu pencetus VidCon. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Elon Musk Sebaiknya Dilengserkan

    'Elon Musk Sebaiknya Dilengserkan'

    Senin, 20 Agu 2018 08:34 WIB
    Wawancara emosional Elon Musk dengan New York Times cukup mengejutkan. Analis pun menilai investor bisa saja menginginkan sang Iron Man mundur.
  • Gmail Android Bisa Kirim Email Rahasia

    Gmail Android Bisa Kirim Email Rahasia

    Senin, 20 Agu 2018 07:47 WIB
    Pengguna Gmail di Android kini kebagian sebuah fitur baru yang membuat mereka bisa mengirim email dengan attachment secara aman dan rahasia.
  • photo Ini Hasil Jepretan Oppo F9 FotoINET

    Ini Hasil Jepretan Oppo F9

    Senin, 20 Agu 2018 07:00 WIB
    Salah satu keunggulan yang ditawarkan Oppo F9 adalah sektor kameranya. detikINET sempat menjajal kemampuan kamera ponsel ini, berikut hasilnya!
  • Remaja Curi Data 90 GB dari Server Apple

    Remaja Curi Data 90 GB dari Server Apple

    Minggu, 19 Agu 2018 21:44 WIB
    Seorang remaja asal Melbourne, Australia menghadapi tuntutan hukum setelah mengakses jaringan backend milik Apple selama beberapa kali dan mencuri data.
  • Mantan Karyawan Ungkap Sisi Lain Tesla

    Mantan Karyawan Ungkap Sisi Lain Tesla

    Minggu, 19 Agu 2018 21:13 WIB
    Martin Tripp, seorang mantan karyawan Tesla, memposting sejumlah foto yang ia klaim diambilnya dari dalam pabrik Tesla yang berada di Nevada, Amerika Serikat.