Rabu, 11 Jul 2018 06:46 WIB

Cara WhatsApp Tangkal Hoax Penyebab Kekerasan Massal

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Carl Court/Getty Images/ Foto: Carl Court/Getty Images/
India - Kasus pesan hoax di WhatsApp yang menjadi penyebab berbagai aksi kekerasan di India mulai mendapat penanganan dari pihak platform tersebut.

WhatsApp akhirnya bertindak dalam melawan penyebaran pesan palsu di dalam platform miliknya. Mereka meluncurkan sebuah iklan di surat kabar lokal yang berisi ajakan bagi masyarakat untuk membasmi kabar burung meresahkan tersebut.

"Bersama kita bisa melawan informasi yang salah," tulis pihak WhatsApp pada iklan tersebut.



Selain itu, platform berbagi pesan instan ini juga meminta penggunanya agar memeriksa kembali informasi yang diterimanya sebelum membagikannya ke kontak lain. Imbauan mengenai penyebaran berita palsu pun juga menjadi agenda dari pihak WhatsApp.

"Kami sedang memulai kampanye edukasi di India mengenai bagaimana cara untuk mengantisipasi berita palsu dan berbagai rumor," ujar juru bicara WhatsApp, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Rabu (11/7/2018).

"Langkah pertama kami adalah dengan memasang iklan di surat kabar dalam Bahasa Inggris, India, dan negara lain. Ini usaha kami dalam membangun hal tersebut," katanya menambahkan.



Sebelumnya, pemerintah India memang meminta WhatsApp untuk mencegah penyebaran berita palsu dan konten provokatif di platformnya. Mereka juga menyatakan bahwa anak perusahaan Facebook tersebut tidak boleh mengelak dari tanggung jawab jika platform miliknya disalahgunakan oleh pengguna untuk menyebarkan informasi yang tidak benar.

Belakangan ini, berita palsu tentang penculik anak yang tersebar di India memicu pemukulan terhadap belasan orang. Bahkan, ada segerombolan orang memukuli lima orang yang dicurigai sebagai penculik anak hingga tewas di provinsi Maharashtra. (mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed