Kamis, 14 Jun 2018 06:47 WIB

Hati-hati Izinkan Akses Mikrofon di Aplikasi!

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi smartphone. Foto: Internet Ilustrasi smartphone. Foto: Internet
Jakarta - Sebuah aplikasi mobile kerap meminta izin untuk mendapatkan akses ke sejumlah fitur di smartphone, mulai dari galeri, lokasi, hingga kamera.

Permohonan izin untuk mengakses ketiga aspek tersebut sudah sering ditemukan pada berbagai aplikasi. Bagaimana kalau fungsi yang ingin diakses adalah mikrofon?

Bagi yang menemukan permohonan izin terhadap mikrofon dari sebuah aplikasi, sebaiknya berhati-hati. Hal tersebut dikarenakan terdapat potensi bahwa aplikasi tersebut berniat memata-matai penggunannya.



La Liga - Spanish Soccer League, sebuah aplikasi bagi para penggemar sepakbola Liga Spanyol, diketahui menggunakan akses mikrofon untuk mendengar suasana sekitar user saat ia sedang menonton pertandingan. Akses terhadap mikrofon digabungkan dengan lokasi GPS untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menemukan bar-bar nakal. Dalam hal ini, nakalnya bar tersebut berarti tidak memiliki lisensi dalam menyiarkan sebuah pertandingan sepak bola yang sedang ditonton, namun tetap menyiarkannya.

Dikutip detikINET dari TechCrunch, Kamis (14/6/2018), pihak La Liga pun sudah angkat bicara mengenai masalah tersebut. Menurut pihak Liga Spanyol, mereka memiliki kewajiban untuk melindungi klub dan penggemarnya dari penyiaran tak berlisensi yang tersebar di tempat-tempat publik.

Aktivitas tersebut, menurut pihak La Liga, membuat mereka mengalami kerugian sekitar 150 juta euro setiap tahunnya. Selain itu, mereka juga menyebutkan bahwa fitur tersebut hanya berlaku bagi aplikasi untuk perangkat berbasis Android yang tersedia secara resmi di Google Play Store.

Mereka mengaku bahwa kegiatan tersebut baru aktif pada 8 Juni lalu dan hanya dilakukan di Spanyol meski negara lain termasuk Indonesia, dapat mengunduh aplikasi tersebut di Play Store.

Ke depannya, pihak La Liga mengatakan bahwa pihaknya tengah mengimplementasi batasan mengenai seberapa jauh fitur tersebut dapat digunakan.

Pihak Liga Spanyol mengaku bahwa mereka berniat untuk menyalakan akses terhadap mikrofon dan lokasi penggunanya hanya ketika pengguna sedang menonton pertandingan.

Lalu, bagaimana pihak La Liga bisa memanfaatkan akses mikrofon ditambah lokasi user? Berdasarkan cara kerjanya, audio yang ditangkapnya dikonversi menjadi kode biner.



Sayangnya, mereka tidak memberikan keterangan lebih detail. Mereka juga menegaskan bahwa rekaman tersebut tidak akan pernah bisa diakses.

Selain itu, pihak Liga Spanyol juga mengatakan bahwa pengguna diberikan keleluasaan menentukan apakah aplikasi La Liga bisa mendapatkan akses terhadap mikrofon atau tidak. Pengguna bisa membatalkan izin tersebut kapan pun mereka mau.

Berkaca pada kasus tersebut, jika sewaktu-waktu menemukan aplikasi yang meminta izin untuk mengakses mikrofon, ada baiknya untuk tidak gegabah mengambil keputusan. Bacalah dengan seksama syarat dan ketentuan yang diberlakukan aplikasi bersangkutan. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed