Kamis, 08 Mar 2018 16:18 WIB

Nilai Perusahaan Grab Sudah Tembus Rp 82,6 Triliun

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Pengemudi Grab. Foto: Grab Pengemudi Grab. Foto: Grab
Jakarta - Dengan pendanaan terbesar dalam satu babak yang diterimanya, valuasi Grab pun kini meroket ke level USD 6 miliar.

Januari lalu, Grab menutup babak penggalangan dananya dengan raihan USD 2,5 miliar. Hal tersebut membuat valuasi dari platform berbagi tumpangan ini diestimasi melewati angka USD 6 miliar (Rp Rp 82,6 Triliun).

Investasi yang sebagian besar bersumber dari SoftBank dan Didi Chuxing ini merupakan penanaman modal terbesar dalam satu putaran di kawasan Asia Tenggara sampai saat ini. Selain dua nama tersebut, pemodal lain meliputi Hyundai Motor dan Toyota Tsusho.

Sampai saat ini, Grab sudah melakukan delapan babak pendanaan, yang secara tidak langsung dapat membuat mereka lebih leluasa dalam melakukan perluasan layanan, setelah sebelumnya sudah memberlakukan jasa pengiriman barang hingga sistem pembayaran.

Grab kini sudah beroperasi di 168 kota yang tersebar di delapan negara di Asia Tenggara, hanya Laos dan Brunei yang belum dijamah oleh mereka, sebagaimana detikINET lansir dari Forbes, Kamis (8/3/2018).



Meski begitu, platform ride sharing ini masih mampu untuk meraup keuntungan, walaupun tahun lalu seluruh konsumennya sudah menggelontorkan tak kurang dari USD 5,1 miliar untuk Grab.

Pada 2016 lalu, Grab telah mengalami kerugian sebesar USD 82,8 juta, atau tiga kali lipat dibandingkan dengan 2015, berdasarkan dokumen yang dipegang oleh pemerintah Singapura sebagai negara bernaungnya kantor pusat platform tersebut.

Beberapa protes dari para mitra pengemudi yang menyeruak di sejumlah negara, serta tuntutan hukum di Vietnam dan Myanmar yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah masing-masing menjadi sejumlah masalah yang menaungi Grab.

Terlebih, persaingannya dengan raksasa platform ride sharing asal Amerika Serikat, Uber, serta Go-Jek di Indonesia. Untuk nama yang disebutkan terakhir, perusahaan besutan Nadiem Makarim ini tengah berniat untuk melakukan ekspansi ke Filipina tahun ini, yang disusul oleh sejumlah negara ASEAN lain.

Terkait dengan hal tersebut, pendiri dan CEO Grab Anthony Tan menyebutkan bahwa dirinya telah berjanji untuk mengalokasikan dana Grab sebesar USD 700 juta untuk melakukan ekspansi lebih lanjut di Indonesia pada 2020.

Tidak hanya ekspansi ke Tanah Air, kabar yang menyebut bahwa Grab akan mencaplok Uber di Asia Tenggara pun berhembus kencang dalam dua bulan terakhir.

Terlebih, SoftBank Group, salah satu penanam modal terbesar Grab sekaligus pemegang saham terbesar Uber, dapat memberikan sedikit tekanan terhadap Uber untuk melepas pasarnya di Asia Tenggara, baik sebagian maupun seluruhnya. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed