BERITA TERBARU
Minggu, 14 Jan 2018 06:57 WIB

Gara-gara Logan Paul, Para YouTuber Populer Dipantau

Agus Tri Haryanto - detikInet
Logan Paul di rumah mewahnya. Foto: Matthew Momberger Logan Paul di rumah mewahnya. Foto: Matthew Momberger
Jakarta - YouTube ikut dikecam karena ulah Logan Paul yang merekam orang bunuh diri. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama karena kecolongan konten sensitif, YouTube bakal lebih ketat meninjau konten para YouTuber populer.

Masalah konten memang sering dialami oleh YouTube. Anak perusahaan Google ini acap kali 'meloloskan' video yang dianggap tak wajar. Tapi bisa dibilang yang paling menggemparkan adalah saat Logan menampilkan jasad bunuh diri saat menyusuri hutan di Jepang.

YouTuber tenar termasuk Logan Paul diberi keistimewaan masuk dalam kategori Preferred, di mana tarif iklan mereka lebih tinggi. Karena ulahnya, Logan didepak dari kategori ini dan Google mungkin akan lebih ketat menyaring video yang dibuat YouTuber di kategori Preferred, demi memastikan konten mereka sesuai untuk merek yang mau beriklan.

Sebagaimana diberitakan Engadget dan dikutip detikINET, Minggu (14/1/2018), Google akan memanfaatkan manusia dan teknologi kecerdasan buatan guna memantau video yang mungkin tidak sesuai untuk iklan.



"Kami membuat Google Preferred untuk membantu pelanggan kami dengan mudah menjangkau penonton YouTube yang paling bersemangat dan kami telah melihat daya tarik yang kuat pada tahun lalu dengan jumlah brand mencapai rekor," kata juru bicara Google tersebut.

"Seperti yang kami katakan baru-baru ini, kami sedang mendiskusikan dan mencari umpan balik dari partner merek kami untuk menawarkan mereka lebih banyak jaminan untuk apa yang telah mereka bayar," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, YouTube resmi menjatuhkan sejumlah hukuman kepada Logan Paul, yang tingkah rusuhnya di Jepang membuat berang banyak orang.



Channel milik Logan akan dihilangkan dari Google Preferred yang berpotensi menurunkan pendapatan Logan walaupun ia masih dapat menghasilkan uang dengan sistem monetisasi biasa. YouTube juga memutuskan mengakhiri proyek yang mereka buat bekerja sama dengan Logan.

"Meskipun begitu, ia masih dapat menghasilkan uang melalui video-video yang diunggahnya lewat YouTube," ujar juru bicara Google. Logan sendiri sampai saat ini masih vakum dan belum memposting video lagi. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.