Selasa, 02 Jan 2018 07:32 WIB

Pakar Bitcoin Jadi Korban Penculikan, Ditebus Rp 13,5 Miliar

Fino Yurio Kristo - detikInet
Simbol Bitcoin. Foto: Reuters Simbol Bitcoin. Foto: Reuters
Ukraina - Makin banyak yang mendambakan mata uang digital Bitcoin, termasuk penjahat. Seperti gerombolan penculik di Ukraina ini yang menyandera korban dan meminta tebusan Bitcoin.

Dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (2/1/2018), korban adalah karyawan perusahaan penukaran mata uang digital yang berbasis di Inggris. Para penculik itu melepaskannya setelah tuntutan mereka dipenuhi, yakni dibayar Bitcoin senilai USD 1 juta atau sekitar Rp 13,5 miliar.

Belakangan diketahui korban bernama Pavel Lerner, seorang ahli Bitcoin. Perusahaannya, EXMO Finance membenarkan kalau dia diculik dan telah dilepaskan.

"Ini adalah kasus pertama yang semacam itu di Ukraina, yang terkait dengan Bitcoin," sebut Anton Geaschenko, penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov.

Tidak jelas siapakah pihak yang membayar tebusan Pavel. "Pada saat ini dia dalam keadaan aman dan tidak terluka. Tapi dia sedang stres berat. Sehingga tidak akan berkomentar dalam beberapa hari ke depan," kata perusahaannya.

Media di Ukraina melaporkan korban diculik oleh 6 pria bersenjata. Seperti di film-film, mereka menculik korban secara mendadak dan memasukkannya ke minibus dengan nomor plat palsu. Polisi masih menginvestigasi siapa pelaku penculikan tersebut.

Nilai Bitcoin sendiri semakin meningkat sehingga tidak hanya menggoda investor, tapi ternyata juga para penjahat. Setelah tahun lalu nilainya terus melonjak, Bitcoin masih berpotensi mencatatkan nilai yang jauh lebih tinggi lagi tahun ini.

"Bitcoin dapat mencapai USD 60 Ribu (Rp 814 juta) pada Desember 2018," ujar Mike Dumont, Senior Editor Bitcoin.com belum lama ini. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed