Salah Satu Pasukan Oranye Juga Kena Teror Order Go-Food Fiktif

Salah Satu Pasukan Oranye Juga Kena Teror Order Go-Food Fiktif

Denita Br Matondang - detikInet
Sabtu, 08 Jul 2017 16:43 WIB
Ahmad Maulana alias Dafi (Denita/detikcom)
Jakarta - Selain driver ojek online Julianto Sudrajat, Ahmad Maulana alias Dafi juga menjadi korban teror order fiktif Go-Food. Dafi yang bekerja sebagai pasukan oranye di Kebon Kacang, Jakarta Pusat menduga, pelakunya adalah orang yang sama, dengan motif sama, yakni masalah asmara.

Dafi bercerita, dia sempat berhubungan dengan wanita warga Kayumanis, Jakarta Timur, berinisial A. Pertemuan antara Dafi dengan A terjadi pada awal Juni 2017.

Namun asmara mereka berdua tak berjalan lama. Bermodal kenalan dari Facebook, Dafi mengaku kecewa karena penampilan A yang asli beda dengan foto di Facebook.

"Awalnya (kenalan) lewat FB, awalnya kenalan gini-gini. saya samperin ke rumahnya, ternyata lain dengan di fotonya, ya sudah saya tolak saja cintanya," ucap Dafi saat ditemui di Kantor PPSU Tanah Abang, Jl KH Mas Mansyur, Jakpus, Sabtu (8/7/2017).

Sang wanita juga sempat mengajak Dafi untuk bertemu orang tuanya. Permintaan itu pun disanggupi dan Dafi dengan tegas menolak pinangan keluarga A.

"(Habis itu) dia minta KTP ternyata, KTP itu buat difoto diedarin ke IG (Instagram), dibilangnya saya penipuan, lari dari tanggung jawab," ujarnya.

Pasca penolakan itu, muncul teror terhadap Dafi. Mulai dari Go-Food hingga Grab Food. Jumlah order fiktif itu pun tak kecil ada order yang mencapai Rp 1 juta.

"Hari pertama kenalan, hari kedua dan ketiga, hari keempat diteror," tutup Dafi. (rns/rns)