Sabtu, 10 Jun 2017 17:09 WIB

Netizen Diminta Pahami Pancasila Demi Tekan Hate Speech

Faieq Hidayat - detikInet
Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET
Jakarta - Pengguna media sosial diminta memperhatikan nilai-nilai Pancasila. Tujuannya agar tidak ada ujaran kebencian (hate speech) di media sosial.

"Saat ini Pancasila digencarkan kalau ada konflik horizontal, padahal P4 Orde Baru itu penting," ujar pakar hukum teknologi informasi Edmon Makarim dalam acara seminar bertajuk 'Indonesia dan Ancaman Siber yang Merajalela' di kampus Universitas Gunadarma, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (10/6/2017).

"Kalau berinternet Anda melanggar Pancasila, tidak usah berinternet," sambung dia.

Apalagi saat ini, menurut Edmon, banyak komentar di media sosial yang menggunakan kata-kata kasar. Padahal Pancasila mengajarkan untuk menjadi manusia yang beradab.

"Orang masuk di internet, sila kedua jadi tak beradab. Orang upload masuk dua paragraf di medsos, selebihnya komentar sumpah serapah," imbuhnya.

Netizen Diminta Pahami Pancasila Demi Tekan <i>Hate Speech</i>Seminar bertajuk 'Indonesia dan Ancaman Siber yang Merajalela'. Foto: Faieq Hidayat-detikcom


Edmon juga menilai kejahatan dunia maya bukan dilakukan penggunanya. Namun seorang yang membuat program software dan hardware yang harus bertanggung jawab.

"Cyber crime yang menjadi penjahat bukan pengguna, tapi yang bikin program, Wannacry gara-gara apa, ini tidak ada manusia yang sempurna membuat program. Tapi kalau ini program jelek tapi digunakan, bisa dibilang sarana kejahatan, turut serta," katanya.

"Anda pakai e-mail nama sebenarnya nggak mungkin buat jahatin orang. Tapi, kalau pakai nama inisial kasarung, batman, apalah, itu sudah pasti buat kejahatan," imbuh dia.

(fai/yud)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed