Sabtu, 15 Apr 2017 13:51 WIB

Mengintip Bill Gates Muda: Bandel dan Suka Ngebut

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Masa muda Bill Gates penuh dengan petualangan. Selain jenius, dia juga dikenal bandel dan suka kebut-kebutan. Tak jarang pula harus berurusan dengan polisi.

Pada umur 13 tahun, Bill menuntut ilmu di sekolah eksklusif, Lakeside School. Dia dikenal sebagai siswa yang sangat pandai di sana. Di rumah, membaca segala macam buku adalah hobinya.

Di sisi lain, Bill Gates mulai tidak suka dikontrol orang tuanya. Pada sebuah makan malam ketika Gates masih remaja, ia berkata cukup kasar pada sang ibu karena sebuah pertengkaran. Sang ayah pun melempar botol minum ke wajah anaknya. Ia kecewa anaknya menjadi bandel.

Gates akhirnya dibawa ke seorang terapis. Sang konselor menyatakan bahwa pada akhirnya, sang anak akan menang dalam 'pertengkaran' sehingga disarankan untuk tidak terlalu mengekangnya.

Ibu dan ayah Gates akhirnya membiarkan anaknya tumbuh mandiri dan tidak terlalu mengekangnya lagi. Gates pun gemar berpetualang untuk menyalurkan hobinya mengutak atik komputer.

Foto: gatesnotes.com

Dia pernah menghabiskan beberapa malam di University of Washington untuk main komputer gratis. Dia pernah pula bekerja paruh waktu sebagai programmer di sebuah power plant di selatan Washington.

Pada usia 20-an tahun, bertambah lagi kenakalannya. Gates memutuskan drop out dari Harvard University. Dia ingin membangun kerajaan bisnis software bersama Paul Allen.

"Saya kira drop out kuliah bukan ide yang bagus. Saya senang bisa menempuh kuliah meski hanya dua setengah tahun. Saya melengkapi beberapa kuliah dengan kursus online," kata Gates dalam sebuah pidato di Universitas Chicago.

Kala umurnya baru menginjak 22 tahun, Gates pernah ditangkap polisi karena ngebut melebihi batas kecepatan di Albuquerque, New Mexico pada bulan December 1977. Ia memang belum punya SIM kala itu.

Sahabatnya yang juga pendiri Microsoft, Paul Allen menuturkan, Gates memang suka kebut-kebutan dan bukan sekali saja berurusan dengan polisi. Menurutnya itu adalah pelampiasannya setelah begitu keras bekerja demi kejayaan Microsoft.

Ya perlu diingat dengan segala kebandelannya, Gates adalah pekerja keras sejati dan otaknya pun encer. Sering dia melakukan coding bermalam-malam tanpa tidur, sangat gigih untuk mencapai tujuannya.

Dan pilihan Bill Gates untuk drop out memang tepat baginya. Ia bisa fokus mengembangkan Microsoft yang kemudian berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia.

Sistem operasi Windows sampai sekarang masih sangat dominan dipakai di mayoritas komputer. Dan belum ada pesaing yang cukup berarti. Bill pun kerap dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Harta kekayaannya diestimasi USD 86,9 miliar.

"Saya mengambil langkah raksasa dan segera. Jika Anda berada di tempat dan waktu yang tepat dan memiliki visi ke mana teknologi baru akan menuju namun Anda tidak beraksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses," tegas Gates mengenai resep suksesnya yang dikutip detikINET dari Business Insider, Sabtu (15/4/2017). (fyk/mag)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed