Sabtu, 18 Feb 2017 13:18 WIB

Korsel Umumkan Tewasnya Kim Jong-nam ke Rakyat Korut via Speaker

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Reuters/Korea Pool/Yonhap Foto: Reuters/Korea Pool/Yonhap
Jakarta - Korea Utara seperti diketahui, sangat terisolasi. Akses internet sangat terbatas, smartphone begitu sedikit dan media diberangus. Maka kabar pembunuhan Kim Jong-nam dapat dipastikan tak diketahui penduduk sana.

Apalagi di Korut, klan Kim yang menjadi pemimpin mereka dianggap tak memiliki kesalahan. Kim Jong Il dikatakan lahir di bawah dua pelangi dan kedatangannya ke dunia dibarengi dengan kemunculan bintang baru di angkasa.

Nah, anak Kim Jong Il ini yaitu Kim Jong-un yang sekarang memimpin Korut, diduga kuat membunuh kakak tirinya Kim Jong-nam di bandara Malaysia.

Hampir dapat dipastikan, peristiwa ini tidak didengar oleh warga Korut yang sangat fakir informasi. Bahkan, secara total negara tersebut kabarnya cuma punya 28 situs internet.

Jumlah situs yang cuma 28 ini sebenarnya tak bisa dibilang mengejutkan, karena jumlah pengakses internet di Korut pun tak banyak, diperkirakan hanya beberapa ribu. Jaringan internet di Korut bernama Kwangmyong, berisi situs yang sudah disetujui oleh pemerintah.

Korsel Umumkan Tewasnya Kim Jong-nam ke Rakyat Korut via SpeakerFoto: Reuters

Namun musuh bebuyutan yang juga sang tetangga yang jauh lebih maju, Korsel, merasa berkepentingan untuk mengabarkannya.

Dikutip detikINET dari USA Today, Sabtu (18/2/2017), mereka menggunakan metode yang sudah cukup lama dilakukan, yaitu dengan speaker powerful yang suaranya dipancarkan dari perbatasan kedua negara.

Militer Korsel akan melakukan hal itu, dengan tujuan agar rakyat Korut tahu keburukan yang dilakukan pemimpinnya. Teknologi speaker tersebut kabarnya dapat menjangkau jarak sampai 24 kilometer.

"Biasanya memang informasinya berkisar antara buruknya ekonomi Korut dan betapa korup lingkaran elitnya. Kadang juga hal-hal lucu seperti musik," kata Robert Kelly, akademisi di Pusan National University.

Harapannya tentu agar warga Korut yang sudah tercuci otaknya bisa sadar, walaupun belum ada dampak yang signifikan dari metode speaker ini. Tapi setidaknya, ada warga yang bisa mengetahui informasi mengenai kelakukan pemimpinnya. (fyk/afr)