Kamis, 04 Agu 2016 18:09 WIB

Gerakan 1.000 Statup

Mencari Pahlawan Startup Digital dari Surabaya

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: kibar Foto: kibar
Jakarta - Setelah Jakarta, Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital kini merambah kota Surabaya. Gerakan ini mencari pahlawan yang ingin menciptakan solusi untuk membawa Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 melalui startup digital .

"1.000 startup yang terkumpul dari gerakan nasional ini diharapkan akan diperoleh valuasi yang mencapai lebih dari USD 10 miliar. Namun kami ingin menajamkan mindset bahwa uang bukan alasan utama untuk memulai sebuah startup," papar Danton Prabawanto, CEO Beon Intermedia yang merupakan salah satu partner gerakan ini.

Untuk merombak pola pikir startup founder, diselenggarakan fase ignition. Ignition merupakan sebuah tahapan pembuka dari rangkaian program 1.000 startup. Bentuk kegiatannya adalah seminar dengan menghadirkan beberapa pembicara yang sudah mumpuni di bidang teknologi, kreatif, maupun startup.

Pada tahapan ignition terdapat beberapa sesi panel yang melibatkan banyak pembicara yang ahli di bidangnya. Setiap panel memiliki topik berbeda dengan tema yang berkaitan dengan merombak pola pikir startup founder.

Sesi pertama dengan topik 'Don't Start a Business, Solve a Problem' akan diisi oleh Tety Sianipar, CTO Kerjabilitas; Tyovan Ari, CEO Bahaso.com dan Leonika Sari, CEO Reblood. Dalam sesi ini peserta diajak untuk memahami bagaimana menjalankan startup yang sedang dikembangkan, mengidentifikasi masalah yang akan ditemukan, dan bagaimana startup yang dibuat telah berkontribusi untuk selesaikan masalah.

Berikutnya dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang 'Growing The Ecosystem Through Communities'. Sesi ini memaparkan seberapa besar peran komunitas untuk ikut membangun ekosistem startup. Taufhswara Diasriandanu, Founder & CEO Jelasin.com dan Zam Arianto, Founder Sedekah Ilmu akan menjadi panelisnya.

Sesi panel yang tak kalah penting adalah 'The Journey in Building a Sustainable Startup'. Peserta akan mendapatkan ilmu mengenai bagaimana strategi bertahan dalam membangun startup secara mandiri. CEO DyCode, Andri Yadi akan berbagi pengalamannya dalam sesi ini.

Selanjutnya, dengan tema 'Taking Indonesian Startups to the Next Level', diharapkan para peserta yang hadir di sesi panel keempat bisa tahu strategi yang bisa digunakan untuk membawa startup lokal Indonesia ke level internasional. Pembicara yang akan hadir adalah Prami Rachmiadi, CMO Emtek & KMK Online.

"Melalui gerakan ini, diharapkan anak-anak muda Indonesia bisa berkarya dan mengejar mimpinya sehingga Indonesia bisa berkibar kembali," ujar Yansen Kamto, Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia, selaku penggagas Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Gerakan ini terbuka bukan hanya untuk mereka yang memiliki kompetensi pemrograman aplikasi saja, tetapi juga untuk semua anak muda dari berbagai keahlian, mulai dari desain, komunikasi, bisnis, ekonomi, teknik, dan lainnya.

Bagi anak muda yang mau bergabung, bisa langsung mendaftar dengan mengisi form registrasi di reg.1000startupdigital.id.

Program ini terbuka untuk yang sudah ataupun belum memiliki ide, sudah atau belum memiliki tim, maupun yang sudah memiliki produk. Namun jika ingin mendaftar dengan tim, semua anggota harus mendaftar secara individual, dan mengikuti program dari awal hingga akhir.

Sebagai salah satu syarat pendaftaran, semua peserta harus membuat sebuah video berdurasi maksimal 2 menit, yang menggambarkan masalah besar yang ingin diselesaikan, beserta ide dan solusi yang akan dibuat dengan memanfaatkan teknologi digital. Video tersebut kemudian di-upload ke YouTube dengan menyertakan hashtag #1000startupdigital. Pendaftaran ditunggu sampai tanggal 4 Agustus 2016.

(ash/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed