Kamis, 07 Jul 2016 10:40 WIB

Apple Dituntut Gara-gara Tayangkan Film Propaganda Jadul

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Daftar panjang tuntutan terhadap Apple kembali bertambah setelah mereka dituntut di China karena menayangkan film propaganda yang berumur lebih dari 20 tahun.

Tuntutan tersebut didaftarkan di sebuah pengadilan di Beijing oleh sebuah rumah produksi bernama Movie Satellite Channel program Production Center. Perusahaan berlogo apel kroak itu dianggap melanggar hak eksklusif untuk menayangkan film sejarah China.

Film tersebut menggambarkan perjuangan China melawan tentara Jepang di bagian Utara China pada awal 1930an, demikian dikutip detikINET dari Apnewsarchive, Kamis (7/7/2016).

Selain Apple, pengembang dan penyedia jasa aplikasi Youku HD juga terkena getahnya, karena dianggap menimbulkan kerugian ekonomi dalam jumlah yang besar dengan menyediakan film tersebut dalam bentuk konten streaming.

Heyi Information and Technology -- nama pengembang dan operator Youkou HD -- sendiri adalah penyedia layanan video streaming yang terkenal di China karena bermacam konten baik film ataupun program TV lainnya yang bisa ditonton lewat internet di China.

Dalam tuntutan tersebut, Apple dan Youku HD diharuskan untuk menghentikan penayangan film tersebut, dan membayar denda sebesar 50 ribu yuan atau sekitar USD 7.500, termasuk denda tambahan sebesar 20 ribu yuan atau sekitar USD 3.000.

Tuntutan yang didaftarkan di Pengadilan Beijing Haidian District People tersebut menggunakan aturan yang dibuat oleh State Administration of Press, Publication, Radio, Film and Television sebagai dasarnya. Sementara film yang menjadi dasar tuntutan tersebut berjudul Xuebo Dixiao, atau yang kurang lebih berarti Bloody Fight with the Fierce Enemy, yang pertama kali ditayangkan pada tahun 1994.

Sebelumnya, Apple juga mempunyai masalah lain di China, setelah mereka diharuskan untuk menutup layanan iBooks dan iTunes Movies-nya di Negeri Tirai Bambu tersebut. Lalu ada juga tuntutan untuk menghentikan penjualan iPhone 6 dan iPhone 6S karena mempunyai nama yang terlalu sama dengan sebuah perusahaan kecil asal China lain. (asj/asj)