Jokowi Rayu Google, Facebook, Twitter Agar Tak Seperti Netflix

Jokowi Rayu Google, Facebook, Twitter Agar Tak Seperti Netflix

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Senin, 15 Feb 2016 10:56 WIB
Presiden Jokowi tiba di California, AS. (Ikhwanul Habibi/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo berkunjung ke kawasan teknologi Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat, di saat layanan Over The Top (OTT) seperti Netflix malah kena blokir di Indonesia.

Hal itu terlihat janggal mengingat dalam agendanya, Jokowi akan menemui para bos penyelenggara OTT seperti Google, Facebook, Twitter, dan inkubator penghasil perusahaan teknologi aplikasi kenamaan Plug & Play.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan, selain akan memperkenalkan roadmap e-commerce untuk mengajak Google cs ikut berkontribusi, ada satu agenda lain yang memang ada hubungannya dengan Netflix.

"Karena saya sudah umumkan kebijakan PSE, penyelenggara sistem elektronik. Kemarin kan ributnya soal Netflix, tapi Google juga bersubjek kepada PSE itu karena harus ada level playing field," paparnya saat ditemui detikINET sebelum berangkat ke Silicon Valley.

Dalam kunjungannya bersama Jokowi ke markas Google, Facebook, Twitter, dan Plug & Play, Rudiantara juga akan memaparkan kebijakan baru pemerintah soal PSE ini, dimana mereka harus berbadan usaha tetap (BUT) alias berkantor di Indonesia.

"Dalam kebijakan ini semua harus equal level playing field, karena kasihan juga dengan yang perusahaan nasional. Maret kebijakannya sudah keluar, bisa dalam satu payung hukum Peraturan Menteri," paparnya.

Rudiantara pun menjelaskan, definisi dari perusahaan PSE itu bisa yang bersifat transaksi dan non-transaksi. Meskipun Peraturan Menteri ini nantinya akan dikeluarkan oleh Kominfo, namun kementerian lain juga bisa ikut menggunakan.

"Kebijakan umumnya (Peraturan Menteri) bisa satu saja, bahwa itu BUT. Tapi keputusannya bisa sama menteri-menteri yang lain seperti film oleh Pak Anis (Mendikbud), atau BUT dengan Menteri Keuangan. Kita bikin sederhana saja agar mereka gampang investasi di Indonesia," jelasnya.

"Kita akan datangi satu-satu (ke Google, Facebook, Twitter, dan Plug & Play) untuk memperkenalkan PSE bahwa semua harus BUT di sini (Indonesia)," pungkas menteri yang akrab disapa Chief RA ini.

Pertemuan dengan para CEO dari perusahaan teknologi itu merupakan bagian dari keikutsertaannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS yang berlangsung di St. Regist, San Francisco.

Rencananya, menurut Rudiantara, Jokowi akan tiba siang hari pada 16 Februari dan melakukan pertemuan terlebih dulu dengan diaspora dari Indonesia sebelum menyampaikan pidato kunci pada acara US-ASEAN Business Council (US-ABC) pada 17 Februari.

Jokowi bersama rombongan menteri rencananya akan langsung mengunjungi kantor pusat Facebook, Google, Twitter, dan inkubator Plug & Play, usai menyampaikan keynote speech di US-ABC.

Di sela jadwal kunjungan itu, presiden juga akan makan siang dengan para IndoGooglers yang jumlahnya berkisar 60 orang di kafetaria Google. Jokowi dan rombongan dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Jumat pagi, 19 Februari 2016. (rou/fyk)