Jumat, 30 Okt 2015 11:59 WIB

Inkubator Silicon Valley Tertarik Bantu 1.000 Startup Indonesia

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Menkominfo berkunjung ke markas salah satu inkubator Silicon Valley (dok. Donald Wihardja) Menkominfo berkunjung ke markas salah satu inkubator Silicon Valley (dok. Donald Wihardja)
California - Kehadiran rombongan menteri perwakilan Presiden Joko Widodo yang dipimpin Menteri Rudiantara saat berkunjung ke Plug and Play Tech Center di kawasan Silicon Valley ternyata berbuah positif. Buktinya, ada tujuh inkubator besar asal Amerika Serikat yang tertarik untuk ikut membantu startup Indonesia.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Chief Executive Kibar Yansen Kamto, ada tujuh perusahaan inkubator dan akselerator asal negeri Paman Sam yang hadir. Mereka adalah Techstars, StartX, GSVlabs, 500 Startups, F50, Plug and Play, dan Founder Institute.

Menurut Yansen, rombongan dari Indonesia mengajukan tiga program pembinaan startup kepada para inkubator AS, yaitu startup exchange, mentor network, dan kurikulum.

Tawaran tersebut pun disambut positif. Inkubator AS yang hadir menunjukkan ketertarikannya terhadap Indonesia dan mengajak agar startup Tanah Air datang ke sana untuk mengenal kultur Silicon Valley.



"Mereka tertarik dengan Indonesia. Kita bisa bekerja sama. Misalnya, mengirim mentor ke sana dulu agar belajar, lalu pulang lagi untuk mengajar. Mereka di sana kan rata-rata punya kurikulum, tapi mesti dilihat dulu dan nanti disesuaikan dengan kebutuhan kita," jelas Yansen saat berbincang dengan detikINET, Jumat (30/10/2015).

Di antara inkubator yang tertarik untuk hadir di Indonesia antara lain GSVlabs, Plug and Play, dan Techstars. Mereka sendiri belum pernah hadir di Tanah Air sebelumnya.

Sedangkan inkubator lainnya, seperti 500 Startups sebelumnya sudah pernah hadir dan berinvestasi untuk startup Indonesia, namun tertarik untuk terlibat lebih jauh dalam mengembangkan ekosistemnya.

"Para inkubator ini tertarik dengan lansekap industri teknologi Indonesia. Oleh karena itu, kita menawarkan kerjasama seperti mengirim mentor lokal ke Silicon Valley untuk belajar, lalu pulang lagi untuk mengajar. Ekosistem di sini sudah lebih maju, dan mereka sudah punya kurikulum yang dapat kita manfaatkan sesuai dengan kebutuhan," lanjut Yansen.

Langkah Awal Seribu Teknopreneur

Pemerintah dan para pegiat usaha rintisan digital memang memiliki harapan agar Indonesia memiliki 1.000 startup berkualitas yang bisa jadi teknopreneur pada 2020 nanti. Pembinaan adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.

Yansen berpendapat pertemuan mereka dan kerja sama dengan inkubator AS itu bisa membantu memuluskan misi 1.000 startup tersebut. Minimal mulai dari pertukaran kurikulum, mendapatkan mentor yang memang ahli dan startup lokal pun bisa mengunjungi Silicon Valley.

Harapan yang sama juga disampaikan Menkominfo Rudiantara saat berkunjung bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani. Mereka ikut memaparkan rencana pemerintah Indonesia dalam mengembangkan startup lokal.

"Di tahun 2020, pemerintah menargetkan untuk memiliki tiga unicorn e-commerce, yaitu mereka yang memiliki valuasi perusahaan sebesar USD 1 miliar," kata Rudiantara di hadapan para inkubator dan akselerator Silicon Valley.

"Kami optimistis hal ini dapat terjadi, tentunya dengan dukungan berbagai pihak, baik pelaku di dalam negeri, maupun pelaku internasional untuk mendorong terciptanya generasi wirausahawan muda di bidang teknologi yang dimulai sejak dini," papar menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut.

Selain Yansen dan rombongan menteri, pegiat dan pelaku startup teknologi di Indonesia yang ikut hadir dalam kunjungan ini antara lain, Sanny Gaddafi dari 8villages, Teguh Wahyono dan Ery Punta dari Telkom Indigo, Italo Gani dari Adskom, Heriyadi Janwar dari Bhinneka, dan Donald Wihardja dari Convergence Ventures.

(rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed