Jokowi & Microsoft Dikritik, Menkominfo Angkat Bicara

Jokowi & Microsoft Dikritik, Menkominfo Angkat Bicara

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Selasa, 27 Okt 2015 15:59 WIB
Presiden Jokowi di Washington DC (ega/detikINET)
Jakarta -

Menkominfo Rudiantara angkat bicara mengomentari kerisauan para pegiat Open Source yang mengkritik pedas perjanjian antara Presiden Joko Widodo dan CEO Microsoft Satya Nadella soal pengadaan aplikasi Office 365 bagi jutaan guru di Indonesia.

Saat Jokowi berkunjung ke Amerika Serikat, di media sosial seperti Twitter sudah ramai beredar bocoran jadwal pertemuannya dengan Satya Nadella. Jokowi dan beberapa menteri direncanakan bertemu di Computer History Musem yang berlokasi di Mountain View, California.

Dalam bocoran ini, Nadella dan Jokowi disebutkan akan memperbincangkan beberapa topik. Terutama adalah soal upaya meningkatkan literasi digital di dunia pendidikan di Indonesia yang masih terbilang rendah.

Disebutkan bahwa hampir 30% dari sekolah dasar dan menengah di Indonesia tidak memiliki akses internet. Kemudian 8% bahkan tidak memiliki listrik. Banyak guru dan orang tua tidak melek dunia digital.

Rupanya, Microsoft dan Persatuan Guru Indonesia (PGRI) disebutkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Seperti dikutip dari situs Microsoft, mereka akan menyediakan akses gratis software produktivitas Office 365 pada 3,5 juta guru di Indonesia.

Hal ini yang kemudian membuat komunitas Open Source mencak-mencak, termasuk praktisi dan pegiat teknologi Onno Widodo Purbo. Di media sosial Facebook dan Twitter, ia pun cukup kritis menyampaikan keluh-kesahnya.

"Memprihatinkan baca perjanjian antara JOKOWI dengan Microsoft :(( ...Koq gak pada belajar dari sejarah? Apa mau kita dijajah? Penjajahan sekarang tidak pakai bedil, tapi pakai lisensi & copyright," ketus Onno dalam postingannya.

Menanggapi keluhan itu, Menkominfo Rudiantara pun coba meredakan suasana. Ia tak menyangkal soal bocoran dokumen perjanjian dan agenda Presiden Jokowi bersama Microsoft. Namun ia juga tak membenarkan seluruh isinya.

"Chief, Office 365 (dalam MoU) itu usulan Microsoft. Nggak akan ada tandatangan perihal itu. Saya dan Pak Anies (Baswedan) Mendikbud sudah bicara (masalah ini) sebelum berangkat ke US," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu saat dikonfirmasi detikINET, Selasa (27/10/2015).

Mengingat Presiden Jokowi telah memutuskan untuk pulang lebih awal dari agenda lima hari kunjungan kenegaraan di Amerika Serikat, itu artinya, rencana kunjungan ke Silicon Valley -- termasuk bertemu CEO Microsoft -- akan diwakilkan oleh para menterinya, termasuk Rudiantara.

Lantas, apa saja yang akan dibicarakan Menkominfo saat bertemu Satya Nadella dan jajaran petinggi Microsoft lainnya saat bertemu di Computer History Musem di Mountain View, California? "Sama Microsoft, saya akan bicara tentang data center," pungkas Rudiantara.

Dalam pertemuan itu, Chief RA juga akan ditemani Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Mereka berempat telah ditugasi Jokowi untuk menemui para bos besar teknologi di Silicon Valley.

(rou/fyk)