Kamis, 26 Mar 2015 13:25 WIB

Pengguna Internet Indonesia Tembus 88,1 Juta

- detikInet
Semmy A. Pangerapan (alif/detikINET) Semmy A. Pangerapan (alif/detikINET)
Jakarta -

Kendati menurut Akamai kecepatan internet Indonesia makin lelet di kuartal IV 2014, nyatanya jumlah pengakses internet Indonesia makin banyak. Demikian dari hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang bekerja sama dengan PusKakom Universitas Indonesia.

Menurut Ketua Umum APJII, Semuel A. Pangerapan, selama tahun 2014, pengguna Internet di Indonesia tercatat sebanyak 88,1 juta, tumbuh 16,2 juta dari sebelumnya 71,9 juta atau dengan kata lain memiliki penetrasi 34,9%.

Angka 88,1 juta itu, lanjut Sammy, disesuaikan dengan jumlah penduduk di Indonesia yang mana pada tahun 2014 Badan Pusat Statistik mendata sedikitnya jumlah penduduk di Indonesia mencapai 252 juta.

Dengan angka seperti itu, maka dengan standar yang diajukan oleh Millenium Development Goals (MDG) di tahun 2015 yang mensyaratkan minimal penetrasi internet sebesar 50% dari total jumlah penduduk Indonesia, maka APJII dan pemerintah berkewajibkan meningkatkan pertumbuhan 15,1% lagi (50%-34,9%). Meski angka tersebut terbilang kecil, namun hal itu tidaklah mudah.

"Saya rasa tahun ini tidak mungkin untuk mencapai 50%. Mendekati mungkin bisa dengan perkiraan menjadi sekitar 41%-42%. Itu pun kalau terjadi peningkatan jaringan dan daya beli masyarakat terhadap perangkat gadget. Jadi saya rasa di tahun 2016," ungkap Sammy.

Dari hasil survei yang dilakukan terhadap 7.000 pengguna internet Indonesia, didapat jumlah 78,5% pengguna internet tinggal di wilayah Indonesia bagian barat. Jakarta berhasil menggeser Yogyakarta dengan jumlah persentase 56% dibanding Yogyakarta yang mencapai 54%. Sementara jumlah terkecil penetrasi Internet ditempati oleh wilayah Papua Barat dengan persentase 20%.

Penetrasi yang merata hingga ke Indonesia bagian Timur itu tak lain karena jaringan internet masih didominasi oleh seluler, yakni sebesar 85%. Maka dari itu, APJII berharap di tahun ini terjadi peningkatan internet kabel (fiber optik). Karena sebagaimana diketahui, koneksi Internet melalui kabel faktanya lebih cepat ketimbang jaringan seluler.

(ash/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed