Banyuwangi Terapkan Smart City, Bisa Apa Sih?

Banyuwangi Terapkan <i>Smart City</i>, Bisa Apa <i>Sih</i>?

ADVERTISEMENT

Banyuwangi Terapkan Smart City, Bisa Apa Sih?

- detikInet
Kamis, 13 Nov 2014 14:57 WIB
Acara di BPPT (asj/detikINET)
Jakarta - Banyak negara maju yang sudah menerapkan smart city. Ternyata di Indonesia pun sudah ada kota yang menerapkan konsep seperti ini, yaitu Banyuwangi.

Teknologi informasi telah menjamah berbagai aspek di kota yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini. Yang paling mendasar adalah terhubungnya komputer yang ada di setiap instansi pemerintahan dengan server milik Pemkab Banyuwangi.

Instansi tersebut antara lain adalah 24 kantor kecamatan, 145 kantor desa, dan 45 puskesmas. Semuanya itu terhubung melalui jaringan fiber optik dengan bandwidth sebesar 60 Mbps.

Hal itu dipaparkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam workshop 'Menjalin Kemitraan dengan Implementasi IT di Pemerintahan' yang dihelat di gedung BPPT, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

"Teknologi informasi bagi kami adalah infrastruktur ke-5 setelah jalan, jembatan, bandara dan pelabuhan," ujar Anas dalam acara tersebut.

Integrasi tersebut dikatakan bisa mempercepat proses layanan, dan meningkatkan kepuasaan masyarakat.

Anas mencontohkan, proses surat menyurat internal di Pemkab Banyuwangi yang biasanya memakan waktu 1-2 hari, kini hanya 1-2 jam.

Bidang kesehatan pun tak ketinggalan. Banyuwangi punya layanan ambulans yang terhubung dengan server mereka.

Jadi saat dibutuhkan, masyarakat Banyuwangi cukup menghubungi satu nomor telepon, di mana pun lokasi mereka selanjutnya permintaan itu akan diarahkan ke lokasi ambulans terdekat.

Namun semua itu tentu membutuhkan investasi di bidang infrastruktur yang tidak sedikit agar bisa disokong bandwidth internet yang memadai.

"Sekarang ini gak cukup cuma belanja buat jalan (raya), namun perlu juga belanja bandwitdh internet," pungkas Anas.

Karena itu, untuk belanja bandwidth internet, selain menggunakan APBD, Pemkab Banyuwangi juga menggandeng Telkom.

Kerja sama dengan Telkom ini memanfaafkan dana corporate social responsibility (CSR) BUMN telekomunikasi itu sebesar Rp 10 miliar. Dana ini juga digunakan untuk memasang 1.600 titik WiFi yang tersebar di tempat-tempat umum.

(asj/ash)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT