Baidu 'Sang Pembunuh Google' Mulai Beraksi di Indonesia

Baidu 'Sang Pembunuh Google' Mulai Beraksi di Indonesia

- detikInet
Jumat, 20 Jun 2014 19:02 WIB
(kiri) Kemas Antonius (rou/detikINET)
Jakarta - Baidu, raksasa internet asal Tiongkok yang berhasil menumbangkan Google di negaranya, kini mulai serius merambah negara lain sebagai lahan jajahannya. Indonesia pun menjadi salah satu target utamanya.

Kehadiran Baidu di Indonesia sejatinya telah dirintis sejak akhir 2013 lalu. Namun langkah strategisnya baru digeber sejak pertengahan tahun ini, salah satunya dengan cara menggandeng Smartfren Telecom.

"Kami di Indonesia sudah punya empat juta pengguna. Dengan kehadiran kami di sini, hingga akhir tahun nanti harapannya bisa lebih dari 10 juta," kata Kemas Antonius, Product Manager Baidu di Bandung, Jumat (20/6/2014).

Menurut penuturannya, Baidu sendiri telah berkantor di Indonesia sejak September tahun lalu, tepatnya di gedung World Trade Center 2 Jakarta. Tak cuma kantor saja, namun raksasa internet itu juga sudah memiliki server di Indonesia.

"Server kami sudah di indonesia. Tidak seperti pesaing yang lain. Untuk server sudah direncanakan sejak awal dan berdiri sendiri. Sangat berpengaruh terhadap speed karena kita bisa pangkas prosesnya. Dari tadinya di China, jadi langsung. Kita juga bisa kompresi tanpa mengurangi kualitas," paparnya lebih lanjut.

Di negaranya, browser milik Baidu telah digunakan oleh setengah lebih dari pengguna internet di Tiongkok yang mencapai 600 juta hingga 700 juta. Sementara di mobile, aplikasi browsernya telah didownload 100 juta lebih.

"Meskipun di Indonesia baru di-download empat juta dengan pengguna aktif 3,5 juta, tapi sudah mampu menghadirkan trafik paling besar dengan 35 juta pageviews. Itu pun trafiknya lokal tidak lari ke luar karena server ada di sini," jelasnya.

Di Indonesia, Baidu pun membawa delapan jenis produk. Empat untuk PC, dan empat lainnya untuk mobile. Menurut Kemas, browser Baidu sudah masuk top 100 aplikasi yang paling banyak digunakan. Sementara secara global sudah masuk 20 besar.

Untuk mempermudah penetrasinya, Baidu yang cuma bisa dijalankan di OS Android untuk mobile itu pun coba dikawinkan dengan Andromax Smartfren. Termasuk untuk penyediaan server untuk menempatkan cache di Indonesia.

"Dengan Baidu, kami akan memberikan penawaran-penawaran menarik, seperti nantinya akan ada paket data terpisah untuk Baidu Browser. Tujuan ini semua untuk memberikan layanan terbaik bagi konsumen," kata Febrian Anas, General Manager VAS Smartfren

(rou/ash)