Awas! Mata-mata AS dan Inggris Susupi Game Online

Awas! Mata-mata AS dan Inggris Susupi Game Online

- detikInet
Selasa, 10 Des 2013 10:43 WIB
Game online (reuters)
Washington - Bocoran dokumen rahasia terbaru menyebutkan bahwa mata-mata Amerika Serikat dan Inggris, ternyata kerap menyamar sebagai tokoh fantasi dalam game online yang sering dimainkan banyak orang. Hal ini untuk memburu tersangka terorisme yang menjadi target mereka.

Karakter seperti peri, orc atau karakter fiktif lainnya yang biasa dimainkan dalam permainan World of Warcraft bisa jadi mata-mata AS dan Inggris yang ada di belakangnya. Demikian menurut dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden seperti dirilis oleh ProPublica, The Guardian, dan New York Times.

Ada indikasi juga bahwa para agen intelijen berada di balik karakter permainan tembak online yang dimainkan secara multi-player, terutama dalam komunitas Microsoft's Xbox Live.

"GVEs (games and virtual environments) bisa menjadi kesempatan!" demikian bunyi dokumen rahasia milik National Security Agency (NSA) yang bertanggal 5 tahun lalu, seperti dilansir AFP, Selasa (10/12/2013).

"Kita tahu bahwa teroris juga menggunakan internet sebagai media komunikasi untuk tujuan operasional, seperti melalui email, VoIP, chat, proxies, dan forum internet, dan tampaknya mereka sangat mungkin memanfaatkan fitur komunikasi yang ada pada permainan virtual," imbuh dokumen tersebut.

Laporan tersebut menggambarkan dunia game online sebagai tempat pertemuan privat dari kelompok-kelompok teroris yang merencanakan aksi atau pelatihan. Dokumen tersebut mencontohkan permainan menembak 'America's Army' yang biasa dimainkan personel militer AS dan bahkan digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan calon-calon anggota militer.

Kemudian juga kiprah Hizbullah yang menciptakan permainan menembak untuk merekrut dan melatih anggotanya. Tujuan akhir permainan tersebut bukanlah menang dengan menyelesaikan semua misi yang ada, namun bagaimana menjadi pelaku bunuh diri atau martir.

New York Times menyebutkan, mata-mata AS dan Inggris sengaja menciptakan karakter khayalan dalam dunia permainan online seperti Second Life dan World of Warcraft untuk melakukan tugas spionase, menjaring informasi dan mengumpulkan data.

Menanggapi laporan ini, pihak Microsoft dan WoW dari Blizzard Entertainmet memberikan pernyataan yang menyebutkan mereka tidak tahu apa-apa soal aktivitas penyadapan terhadap dunia permainan online mereka.

(nvc/rou)