Google: UKM Lokal Masih Sungkan Berbisnis Online

Google: UKM Lokal Masih Sungkan Berbisnis Online

- detikInet
Selasa, 20 Nov 2012 16:38 WIB
Krishna Zulkarnain (rou/inet)
Jakarta - Upaya Google untuk meng-online-kan sedikitnya 100 ribu usaha kecil menengah (UKM) dalam setahun terakhir sejak resmi beroperasi di Indonesia banyak menemui hambatan meski tingkat keberhasilannya sudah 80%.

Menurut Country Marketing Manager Google Indonesia, Krishna Zulkarnain, masih banyak UKM yang merasa resisten dengan dunia internet dengan pelbagai alasan.

"Inilah susahnya, banyak dari mereka para UKM yang belum memiliki kesadaran. Padahal internet bagus untuk mereka. Sejauh ini baru berhasil 80% dari 100 ribu yang kami targetkan," sesal Krishna usai peluncuran XL Rumah Android di FX Lifestyle Center, Jakarta, Selasa (20/10/2012).

Alasannya, tutur dia, para pelaku UKM masih menganggap membuka lapak online membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit. Alhasil, penetrasi internet di kalangan UKM tak semudah yang Google sempat bayangkan.

"Namun kesulitan ini kami anggap sebagai tantangan. Kami akan terus menggandeng dan mengedukasi UKM untuk melebarkan usahanya di internet. Jika seluruh UKM di Jakarta saja sudah mulai melebarkan usahanya ke bisnis online, itu sudah sangat bagus. Belum lagi UKM yang berada di sejumlah daerah," pungkasnya.

Google sendiri memang sejak awal mengincar UKM untuk melakukan penetrasi bisnisnya di Indonesia lewat program Bisnis Lokal Go Online atau Get Indonesian Business Online (GIBO) yang menyasar target awal 100 ribu usaha kecil dan menengah (UKM).

Dalam statistik yang dipaparkan Google saat awal masuk ke Indonesia, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 17 juta UKM dan hanya 75 ribu yang telah memiliki website. Sebagian besar UKM belum online karena persepsi internet itu mahal, rumit, dan alasan tidak ada waktu melakukannya.

Tujuan utama Bisnis Lokal Go Online ini adalah untuk membuat website dan mendorong mereka aktif secara online dalam waktu satu tahun ke depan.

Adapun 100 ribu UKM pertama yang mendaftar dapat memiliki website, domain, dan hosting gratis selama satu tahun. Pada tahun berikutnya UKM tersebut akan mendapatkan potongan harga dan hanya dikenakan biaya maksimal Rp 150 ribu per tahunnya.

Untuk mewujudkan program ini, Google bekerja sama dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kadin, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Bakrie Connectivity, Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika, dan Ilmu Komputer (APTIKOM), Melsa serta Multiply.

Untuk membuat sebuah situs, UKM cukup mengunjungi situs resmi Bisnis Lokal Go Online, yaitu www.bisnisgoonline.co.id dan memasukkan informasi usaha mereka seperti nomor izin usaha, nomor telepon kantor, dan informasi lainnya seperti alamat dan jam kerja.

Dalam menjalankan program ini, Google menggunakan Business SiteBuilder, sebuah peranti lunak untuk desain website bisnis gratis milik Google. Peranti ini memungkinkan website secara otomatis dapat diakses melaui telepon seluler cerdas dan feature phone.

(rou/ash)