Rabu, 02 Nov 2011 18:40 WIB

Dilema Pandi: Aman atau Mudah?

- detikInet
Jakarta - Sebagian besar orang masih beranggapan, untuk mendaftar domain .id sangatlah ribet. Itu sebabnya, mereka lebih suka menggunakan domain luar seperti .com.

"Kebanyakan orang memilih mendaftar domain luar karena mudah. Hanya memberikan KTP sebagai tanda identitas," kata Ronal Rivandy, seorang Web Development Manager asal Jogja. Ronal bisa memahami keluhan para kliennya tersebut mengingat pendaftaran domain .id memang mengharuskan kelengkapan selain KTP seperti SIM, Paspor bahkan SK untuk sebuah organisasi atau badan usaha.

Mendengar keluhan seperti ini, Ketua Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) Sigit Widodo mengaku pihaknya berada dalam dilema. "Mau mudah atau aman?," tanya Sigit kepada hadirin saat berbicara di Hotel Aston Rasuna, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2011).

Dikatakannya, jika Pandi mempermudah pendaftaran seperti hanya memberikan KTP misalnya, maka mereka mengorbankan soal keamanan.

"KTP kan bisa saja dipalsukan. Soal ribet gak ribet sebenarnya relatif sih. Dan tujuan kita kan agar domain mereka secure, menghindari penipuan," paparnya.

Dia mencontohkan, sebuah situs perbankan atau perusahaan bisa saja dipalsukan. Namun dengan segala persyaratan ketat, seperti harus menyertakan SK pendirian perusahaan, Pandi bisa menjamin kalau domain itu benar milik perusahaan yang bersangkutan.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Badan Pengurus Pandi Wahyu Prawoto menyebutkan hingga September 2011 jumlah pengguna domain .id mencapai 58.000, didominasi oleh kalangan korporat (.co.id) sebanyak 30.000. Ironisnya, jumlah yang mendaftar domain internasional jauh lebih banyak yakni 198.295.

"Kalau kita lihat ini kan timpang. Orang Indonesia yang daftar domain .id baru 58.000 sementara domain luar yang didominasi oleh .com hampir 200 ribu," kata Wahyu.


(rns/fyk)