Jumat, 22 Jul 2011 11:45 WIB

Sudah Saatnya Tegas Berantas Situs Musik Ilegal

- detikInet
Jakarta - Keberadaan situs yang menyediakan download musik secara ilegal memang memanjakan pengguna. Namun di sisi lain, artis, pencipta lagu, pihak label serta pemerintah harus gigit jari dibuatnya. Mereka dinilai menjadi pihak yang paling dirugikan.

Menurut pengamat musik Bens Leo, sikap tegas dari pemerintah sudah saatnya dilakukan untuk menertibkan peredaran situs-situs musik ilegal ini. Kerugian yang ditimbulkan sudah sedemikian besarnya, terlebih industri musik saat ini tak seperti masa lalu.

"Jumlah penjualan album fisik (compact disk/CD atau kaset) itu sudah turun sekali. Pada akhir tahun 2010 cuma mencapai 15 juta unit kopi. Padahal pada tahun 2000-an itu pernah mencapai 60 juta unit kopi," tukas Bens kepada detikINET, Jumat (22/7/2011).

Bahkan pada tahun 2004-2005, dua grup band Tanah Air sempat merasakan manisnya geliat industri musik Indonesia. Mereka adalah Jamrud yang mendekati 3 juta kopi serta Peterpan di kisaran 2,5 juta kopi.

"Setelah itu RBT (ring backtone) masuk dan mulai menekan penjualan album fisik ini. Hingga sampai kemarin (akhir tahun 2010) cuma sampai 15 juta kopi," lanjut Bens.

"Dan sekarang situs musik ilegal marak, mau seperti apa lagi dirugikannya?" imbuhnya.

Pun demikian, Bens optimistis industri musik Indonesia tak akan hancur dan akan terus melantunkan nada-nadanya. Pasalnya, setiap hari lahir penyanyi dan band-band baru yang siap mengadu nasib untuk memamerkan kreativitasnya.

"Namun masalahnya, jika kreativitas itu dihadang dengan bajakan itu banyak ruginya. Terlebih persaingan sekarang ketat sekali, seakan bajakan mendapat jatah 'kue' yang dibagikan," kata Bens.

Sebelumnya diberitakan, seluruh asosiasi industri musik telah bersatu dalam gerakan 'Heal Our Music' dan meminta Menkominfo Tifatul Sembiring untuk menutup setidaknya 20 situs download musik yang diyakini beroperasi secara ilegal.

Permintaan ini juga telah mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya. Dengan terus menjamurnya download musik ilegal ini, industri musik di Indonesia diperkirakan menderita kerugian hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Tanggal 27 Juli 2011 mendatang pun sudah diagendakan untuk menjadi kick off gerakan tersebut. Dimana Kementerian Kominfo akan mengajak seluruh penyelenggara jasa internet di Indonesia untuk menutup situs-situs yang masih menyediakan akses download lagu secara ilegal. 



(ash/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed