Senin, 02 Mei 2011 11:31 WIB

Permintaan Tinggi, Buruh Perakit iPad Banting Tulang

- detikInet
Jakarta - kPesona iPad di ranah tablet PC dunia tak bisa disangsikan. Sejak dirilis dalam generasi pertama, permintaan pasar terhadap produk besutan Apple itu belum surut juga. Akibatnya, para buruh di pabrik iPad harus banting tulang dibuatnya.

Di tengah isu perlakuan yang tidak manusiawi terhadap para pekerjanya, seorang manager Foxconn -- perusahaan yang ditunjuk Apple untuk merakit iPad dan iPhone -- bernama Louis Woo mengakui jika perusahaannya kerap menjalankan jam kerja yang melampaui batas lembur wajib.

Dikutip detikINET dari Guardian, Senin (2/4/2011), Woo mengatakan bahwa hal ini terpaksa dilakukan untuk memenuhi permintaan terhadap produk-produk Apple di negara-negara barat.

Namun Woo menepis tudingan jika lembur berlebih yang dijalankan Foxconn itu dilakukan dengan cara memaksa. Ia berkilah jika aksi lembur itu dipilih secara sukarela oleh para pekerja.

Namun karyawan Foxconn yang diwawancarai Centre for Research on Multinational Corporations dan Students & Scholars Against Corporate Misbehaviour (Sacom) -- dua NGO yang melakukan investigasi terhadap pabrik Foxconn -- mengatakan jika mereka tidak mau melakukan lembur maka para buruh ini dipaksa untuk menerima upah standar.

Para buruh pabrik Foxconn di Chengdu sendiri mendapat bayaran sekitar 1.350 yuan atau setara dengan 125 poundsterling sebulan sebagai upah dasar.

Sementara terkait aksi bunuh diri yang pernah terjadi di Foxconn, Woo tidak mau berspekulasi. Ia hanya menekankan jika kondisi lingkungan di Foxconn tidak ada sangkut pautnya dengan keinginan bunuh diri seseorang.

"Aksi bunuh diri tidak ada hubungannya dengan kondisi pekerjaan yang buruk. Itu cuma efek ikut-ikutan. Jika ada seseorang yang melakukan aksi bunuh diri, maka yang lain juga bisa mengikutinya," pungkas Woo.

Centre for Research on Multinational Corporations dan Students & Scholars Against Corporate Misbehaviour (Sacom) sebelumnya telah melakukan investigasi di dua pabrik milik Foxconn yang bertempat di Shenzhen dan Chengdu, China.

Mereka mengklaim bahwa sekitar 500 ribu buruh bekerja dalam kondisi yang tak mencerminkan kesuksesan iPad. Foxconn dituduh telah berlebihan dalam menerapkan jam kerja serta memiliki peraturan perusahaan yang mengikat karyawan. 

Foxconn sendiri pertama kali memproduksi iPad pada pabriknya di Chengdu sekitar akhir November tahun lalu dan ditarget untuk melahirkan sekitar 100 juta unit iPad per tahun ketika 2013 mendatang.

Adapun Apple diprediksi telah menjual lebih dari 15 juta unit iPad pada tahun lalu di seluruh dunia. Sementara untuk tahun 2011 yang baru berjalan beberapa bulan, penjualan tablet PC itu sudah mencapai angka 5 juta unit.




(ash/rns)