Mencari Pengganti Istilah Superscript dan Subscript

Catatan Bahasa dan TI

Mencari Pengganti Istilah Superscript dan Subscript

- detikInet
Senin, 21 Des 2009 13:27 WIB
Jakarta -
Bagi para pengguna aplikasi pengolah kata, istilah superscript dan subscript sudah akrab digunakan sehari-hari. Kedua istilah ini merujuk pada angka, huruf, atau simbol yang berukuran lebih kecil dari ukuran normal dan terletak sedikit di atas atau di bawah garis dasar; superscript terletak di sebelah atas sedangkan subscript di sebelah bawah.

Superscript dan subscript digunakan dalam rumus atau persamaan matematika, rumus kimia, dll. Contoh superscript adalah angka tiga pada 103, sedangkan angka dua pada CO2 adalah contoh subscript.

Kedua kata dalam bahasa Inggris ini masing-masing berasal dari penggabungan prefiks bahasa Latin super- (di atas) dan sub- (di bawah) dengan kata scrīptus (ditulis atau tertulis).

Dalam praktik sehari-hari, banyak orang yang memadankan kedua istilah ini ke dalam bahasa Indonesia hanya dengan cara menyesuaikan ejaan dan lafalnya menjadi superskrip dan subskrip. Meskipun sah-sah saja, harap diingat bahwa menurut Pedoman Umum Pembentukan Istilah, cara ini merupakan cara paling dasar untuk pembentukan istilah dan hanya dilakukan jika cara-cara lain gagal membentuk istilah yang berterima.

Tika atas dan tika bawah adalah istilah yang dicantumkan oleh Pusat Bahasa dalam KBBI IV, masing-masing sebagai padanan superscript dan subscript. Kata tika diambil dari bahasa Kawi yang berarti huruf sedangkan kata atas dan bawah tentunya menggambarkan posisi angka, huruf, atau simbol tersebut.

Yang menarik adalah bahwa ternyata sebenarnya Adjat Sakri-- pemerhati bahasa dari Penerbit ITB, orang yang pertama mencoba memadankan kedua istilah ini--mengusulkan dua istilah yang lebih ringkas dan berima, yaitu tikatas untuk superscript dan tikalas untuk subscript.

Seperti halnya pemadanan lainnya, waktulah yang akan menentukan mana pasangan yang lebih berterima dan digunakan luas, tika atas dan tika bawah atau tikatas dan tikalas.

* Penulis, Ivan Lanin, adalah wikipediawan, bahterawan, dan Direktur Eksekutif Wikimedia Indonesia.

Anda punya pertanyaan seputar penggunaan istilah TI dalam Bahasa Indonesia? Ajukan lewat fitur komentar pada tulisan ini.
(wsh/wsh)