Rabu, 02 Des 2009 13:00 WIB

25 Juta Ponsel China Diblokir

- detikInet
New Delhi - Otoritas India akhirnya memblokir sambungan telekomunikasi dari 25 juta ponsel buatan China, setelah cukup lama tertunda. Penyebabnya, jutaan ponsel tersebut tak memiliki nomor IMEI (International Mobile Equipment Identification) sehingga sukar dimonitor.

Nomor IMEI membantu identifikasi panggilan yang dilakukan, serta menunjukkan informasi pabrikan serta tipe handset. Pemblokiran dilakukan karena ponsel tanpa IMEI ditakutkan mengancam keamanan nasional India, yang cukup kenyang dengan berbagai ancaman teroris maupun kaum separatis.

"Seluruh penyedia layanan mobile diinstruksikan memblokir layanan pada 25 juta ponsel terkait alasan sekuriti," demikian tukas seorang pejabat di Kementerian Telekomunikasi India.

Konsumen yang ponselnya diblokir punya waktu dua minggu untuk beralih ke handset resmi. Mereka juga diberi alternatif membeli IMEI seharga sekitar Rp 40.000. Pada akhir tahun 2008, kebijakan pemblokiran serupa juga nyaris dilakukan, namun akhirnya tertunda karena masalah izin dengan kementerian telekomunikasi.

Otoritas India sebelumnya sudah memblokir akses sim card pra bayar di sekitar wilayah Kashmir. Lagi-lagi, kebijakan ini dipicu kekhawatiran layanan itu bakal dimanfaatkan kaum separatis untuk melancarkan aksinya.

Dari pihak grup operator, Cellular Operators Association of India menyatakan tidak keberatan dengan perintah pemblokiran ini. Mereka menyatakan keamanan nasional lebih penting dari kerugian yang mungkin terjadi.

Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Rabu (2/12/2009), pasar selular India saat ini adalah yang terbesar kedua di dunia setelah China, dengan lebih dari 500 juta user. Sayangnya, 30 persen ponsel yang terjual di sana tak jelas mereknya. (fyk/faw)